in

Nyata, Pesan-Pesan Terakhir Dari Orang Yang Mendekati Maut

Ilustrasi pesan terakhir

Kematian bisa datang kapan saja, di mana saja dan kepada siapa saja. Terkadang, beberapa orang bisa merasakan firasat sesaat sebelum ajal menjemputnya. Firasat seperti itu biasanya muncul tanpa disadari, tapi ada juga yang menyadari bahwa itu adalah firasat kematian.

Jika seandainya Anda tahu bahwa hidup Anda tak akan lama lagi, apa yang akan Anda lakukan? Mungkin salah satunya Anda akan menuliskan sepucuk surat yang berisi permintaan maaf dan terima kasih, atau semacamnya.

Seperti yang dilakukan beberapa orang ini. Mereka menuliskan sebuah pesan terakhir detik-detik sebelum ajal menjemput mereka. Dirangkum Wow menariknya dari Listverse dan sumber-sumber lainnya, berikut isi pesan-pesan terakhir dari orang yang mendekati maut.

loading...

4. Pesan Terakhir Ibu Dua Anak Sebelum Meninggal

(foto: Cosmopolitan.com)

Seorang ibu bernama Beth O’Rourke tahu hidupnya tak akan lama lagi ketika kanker ganas terus menggerogoti tubuhnya. Perasaan O’Rourke diselimuti kesedihan kala itu karena ia harus meninggalkan dua anak dan suami terinctanya.

Dalam sepucuk surat, O’Rourke mencurhakan rasa kesedihan, kasih sayang, dan kehilangan yang begitu mendalam. Berikut isi pesannya sebelum ia meninggal:

“Aku menikmati setiap saat bersama keluarga saya, orang-orang hebat, orang-orang yang sedih, mudah dan kasar. Saya berdoa mereka telah belajar untuk merasakan rasa yang mendalam dari iman yang saya bagikan. Tidak peduli perjalanan ini akan membawa saya ke mana, saya akan selamanya membawa cinta mereka (keluarga) bersama dengan saya, karena saya yakin ada bagian dari diriku yang selamanya akan tetap bersama mereka.”

“Tetapi kanker tidak peduli siapa yang dibawanya, yang sakit atau yang dihormat atau yang dicintai. Itu (kanker) datang ke dalam kehidupan Anda dan mulai memutuskan benang dan menghambat Anda, dan yang tersisa Anda hanya akan melihat potongan-potongan dari diri Anda mulai menyelinap pergi dan memudarkan mimpi. Kita melekat satu sama lain dengan cinta dan iman yang murni mengikat kita, hingga pada akhirnya hal paling menakutkan terjadi. Kanker kehilangan kekuatannya dan anugrah mulai muncul. Kita perlu melihatnya, Kita menerima itu (kanker), dan pergi dengan itu. Anugrah dan cinta menang, kanker kalah.”

O’Rourke meninggal di usia 44 tahun setelah berjuang selama tujuh tahun melawan kanker saluran empedu yang dideritanya. Meskipun dirinya sudah tiada, O’Rourke yakin ada bagian dari dirinya yang akan tetap bersama orang-orang yang dicintainya dan yang mencintainya.

3. Pesan Terakhir Imigran Untuk Keluagra

Ilustrasi (foto: Listverse)

Pada Mei 2006, sebuah kapal pesiar tampak mulai berlayar di lepas pantai Barbados. Setelah berlayar sejauh 112 km dari lepas pantai, kapal tersebut mengalami masalah dan tim penyelamat pun dikerahkan untuk membantu kapal yang mengangkut 40 imigran itu.

Namun sayang, tim penyelamat datang terlambat. Kapal tersebut ditemukan hanyut di Atlantik timur. Sebelumnya, setiap pria yang ada di dalam kapal tersebut diketahui dibayar uang sebesar USD 1.800 untuk diselundupkan ke wilayah Spanyol.

Menyadari ada yang salah dengan kapal yang mereka tumpangi, beberapa pria tahu bahwa dirinya akan meninggal ditelan ombak samudera. Salah satu pria meninggalkan sebuah pesan yang berisi permintaan maaf kepada keluarganya.

“Saya ingin mengirim sejumlah uang ke keluarga saya di Bassada. Maafkan saya dan selamat tinggal. Ini adalah akhir hidup saya di lautan luas Maroko,” tulis pria tersebut.

Sementara itu ada pria lain yang menuliskan hal serupa. “Saya perlu siapa pun yang menemukan saya untuk mengirim uang ini kepada keluarga saya. Silahkan telepon teman saya Ibrahima Drame.”

2. Pesan Terakhir Pekerja Tambang

Ilustrasi (foto: mbm.net.in)

Pada 4 Maret 1908, kebakaran terjadi di sebuah tambang batu bara di Inggris. Kebakaran itu membuat semua pekerja yang berjumlah 25 orang terjebak di bawah tanah.

Tim penyelamat datang dengan alat bantu pernapasan, tapi sayang mereka tidak bisa menjangkau para pekerja tambang yang terjebak. Alhasil, seluruh pekerja tambang tidak bisa diselamatkan dan mereka semua tewas, termasuk seorang tim penyelamat bernama John Welsby.

Seminggu kemudian, baru tim penyelamat menemukan mayat-mayat pekerja tambang. Mereka menemukan mayat pekerja berkumpul dalam empat kelompok. Salah satu orang dari beberapa kelompok itu menuliskan sebuah pesan terakhir di papan kayu di dekatnya.

“Tuhan Lindungilah Kami,” tulis salah satu pekerja yang berdoa bersama-sama pekerja lainnya agar selamat dari kebakaran. Namun takdir berkata lain yang mengharuskan mereka semua meninggal.

1. Pesan Terakhir Penyelam

Ilustrasi (foto: Wikipedia)

Sebuah gua bawah laut di Florida bagian utara dikenal telah menelan ratusan nyawa penyelam gua berpengalaman. Di antara mereka, ada pria bernama Bill Hurst, seorang instruktur menyelam yang meninggal karena gagal kembali ke permukaan. Dia meninggal pada tahun 1976.

Tim penyelamat kemudian menemukan jasad Hurst dan sebuah pesan yang tertulis di sebuah batu dekatnya. Dalam batu tersebut tertulis pesan terakhir Hurst yang berbunyi, “Saya tersesat. Beritahu istri saya dan anak-anak saya bahwa saya sangat mencintai mereka.”

loading...
Loading...
Loading...