in

Heroik, Gadis 6 Tahun Tewas Menyelamatkan Adiknya Dari Ketel Tumpah

Masha Yantuganova (foto: Mirror)

Apapun akan dilakukan seorang kakak untuk melindungi adiknya. Seperti yang dilakukan gadis berusia 6 tahun ini yang rela mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan sang adik dari ketel tumpah yang berisi air mendidih.

Gadis cilik bernama Masha Yantuganova itu sedang bersama adiknya, Dima yang baru berumur setengah tahun di rumahnya di desa Suuk-Chishma, Bashkortostan. Sementara orang tua mereka sedang berada di kebun.

Dima yang tidak tahu apa-apa dengan sengaja memukul kabel ketel listrik dengan kakinya. Menyebabkan ketel yang berisi air mendidih itu tumpah di meja.

Melihat air mendidih itu mulai mengalir di meja, Masha bergegas melemparkan dirinya untuk menyelamatkan Dima dari air mendidih itu.

Tragisnya, air mendidih itu tepat mengalir di atas Masha. Melansir Mirror, Sabtu (6/6/2015), Masha dilaporkan menderita luka bakar tingkat tiga, di mana 60 persen tubuhnya mengalami luka bakar yang serius.

Namun, Masha masih sempat berjalan keluar dan berteriak memanggil ibunya, Tatyna. Bahkan, dia rela menahan sakit dan tidak menangis agar sang bunda tidak mengkhawatirkannya.

“Dia kesakitan tapi dia tidak menangis karena dia tidak ingin saya khawatir. Dia hanya terus berkata agar saya harus mengurus Dima” kata Tatyna.

Melihat kedua anaknya direndam air panas, Tatyna segera menelepon ambulan, tapi sayang tidak ada jawaban dari pihak medis. Putus asa, Tatyna meminjam mobil tetangganya dan membawa anak-anaknya ke rumah sakit setempat.

Meskipun mereka sudah sampai di rumah sakit, anak-anak Tatyna belum mendapat penanganan langsung dari pihak rumah sakit. Setidaknya mereka harus menunggu sampai satu jam untuk dipanggil dokter.

Dokter mulai mengoleskan salep kepada Dima untuk mengobati luka bakarnya. Namun sayang, salepnya habis dan tidak ada lagi untuk mengobati Masha.

Tatyna langsung bergegas pergi ke rumah sakit lain. Dalam perjalanan, Masha kehilangan kesadarannya. Sesampainya tiba di rumah sakit, Masha langsung dibawa ke ruangan perawatan intensif. Tapi sayang, nyawanya sudah tak bisa ditolong lagi.

“Dia meninggal karena kurang pertolongan pertama,” ujar Tatyna dengan perasaan sedih.

“Anakku Dima mengalami luka bakar hingga 40 persen tubuhnya, tapi dia masih hidup karena dia mendapat pengobatan,” tambah Tatyna.

Loading...
Loading...