in

Empat Mantan Teroris Yang Berubah Haluan Jadi Politikus

Vladimir Putin (foto: The Richest)

Terorisme adalah serangan-serangan terkoordinasi yang dilakukan sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu. Berbeda dengan perang, aksi terorisme tidak tunduk pada aturan peperangan, seperti waktu penyerangan yang tiba-tiba dan target korban yang acak.

Sepanjang sejarah, ada beberapa orang yang pernah terlibat dalam aksi terorisme bermotif politik, tapi memutuskan untuk berubah haluan menjadi seorang politikus. Meski mereka menyandang gelar sebagai mantan teroris, akan tetapi mereka sudah bergerak maju ke tahap yang lebih diplomatik.

Siapa sajakah mereka? Berikut beberapa mantan anggota teroris yang berubah haluan menjadi seorang politikus, seperti dilansir The Richest dan sumber-sumber lainnya.

4. Leila Khaled

(foto: The Richest)

Leila Khaled adalah pemimpin Barisan Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP). Organiasiasi yang dijalankannya dianggap terorisme oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa. Dia dikenal sebagai perempuan pertama yang membajak dua pesawat sebagai bentuk protes terhadap penjajahan Israel terhadap negerinya.

Aksi pebajakan pesawat pertama dilakukan pada 29 Agustus 1969, dengan Boeing 737 milik maskapai Trans World Airlines sebagai sasaran. Kemudian ia sempat ditahan di Suriah. Setelah bebas, ia melakukan operasi plastik pertama untuk menyembunyikan identitasnya. Namun kemudian, ia melancarkan pembajakan pesawat keduanya yang terjadi pada 6 September 1970.

Khaled kembali lagi dijebloskan ke dalam penjara dan dibebaskan pada 1 Oktober 1970. Setelah itu, ia menjadi anggota Dewan Nasional Palestina dan aktif di Forum Sosial Dunia.

3. Yasser Arafat

(foto: The Richest)

Yasser Arafat merupakan ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Dia dianggap teroris oleh warga Israel yang tak pernah menyesali perbuatannya, sementara itu bagi warga Palestina, sosok Yasser Arafat adalah pahlawan pejuang kemerdekaan Palestina yang menyimbolkan jeritan hati rakyatnya.

Dia menjabat sebagai Presiden Otoritas Nasional Palestina ke-1, pada 5 Juli 1994. Kemudian ia digantikan oleh Rawhi Fattouh, pada 11 November 2004, ketika Yasser menghembuskan nafas terakhirnya.

2. Vladimir Putin

(foto: The Richest)

Presiden Rusia dan mantan pemimpin KGB, Vladimir Putin adalah salah satu pemimpin yang paling terkenal di dunia sebagai teroris. Dia dituduh terlibat dalam pemboman sebuah apartemen di Rusia, pada bulan September 1999.

Serangan bom itu setidaknya menewaskan 293 orang dan melukai 651 warga sipil. Permintaan penyelidikan pemboman itu ditolak oleh pemerintah Rusa, dan ketika penyelidikan umum diadakan, dua pejabat dibunuh.

Meskipun peristiwa itu tidak sepenuhnya dititik beratkan kepada Vladimir Putin, kenyataannya pemerintah menolak penyelidikan kasus tersebut. Oleh sebab itu, pemerintah Rusia dituduh bertanggung jawab atas serangan bom itu.

1. Ariel Sharon

(foto: The Richest)

Ariel Sharon adalah seorang politikus dan pejabat Israel. Pria yang dijuluki “Raja Israel” itu dianggap teroris karena telah melakukan pembunuhan massal terhadap warga sipil di kamp pengungsi Palestina, yaitu Sabra dan Shatilla.

Lebih dari 3.500 warga sipil tak bersenjata dibunuh oleh Sharon dan sebagai gantinya, dia harus mundur dari jabatannya sebagai Menteri Pertahanan.

Karena kesadisannya itu, Sharon juga dijuluki “tukang daging dari Beirut”. Meskipun demikian, ia menjadi 11 perdana menteri Israel dan menyatakan bahwa Palestina memiliki hak untuk membentuk sebuah negara. Dia meninggal pada 11 Januari 2014.

Loading...
Loading...