Wow

Benarkah Bintitan Akibat Mengintip? Berikut Faktanya

Benarkah Bintitan Akibat Mengintip? Berikut Faktanya

Penyebab mata bintitan karena suka mengintip sebenarnya tidak berkaitan satu sama lain. Bintitan atau dalam istilah medis disebut hordeolum, merupakan benjolan di mata yang menyerupai jerawat atau bisul yang dapat muncul pada kelopak bagian luar maupun bagian dalam.

Biasanya, kondisi ini hanya menyerang salah satu mata dan tidak menimbulkan dampak yang buruk pada kemampuan melihat pengidapnya.Bintitan biasanya menyerang kelopak mata bagian luar, namun bisa juga muncul di bagian dalam kelopak mata.

Meski tidak berbahaya, namun kondisi ini bisa mengganggu aktivitas. Berikut fakta fakta tentang bintitan:

Baca Juga : 4 Manfaat Jatuh Cinta Untuk Kesehatan

1. Suka ngintip bikin bintitan

Jangan pernah percaya bahwa bintitan disebabkan kamu suka ngintip orang lagi mandi atau yang lainnya, ya. Penyebab terjadinya bintitan bisa karena banyak faktor, salah satunya disebabkan bakteri Staphylococcus aureus. Staphylococcus aureus sebenarnya nggak berbahaya, tapi kalau dia terperangkap di kelenjar kelopak mata, bisa menimbulkan infeksi.

2. Disebabkan Bakteri

Penyebab utama munculnya bintitan adalah infeksi bakteri stafilokokus. Bakteri ini sebenarnya hidup pada kulit manusia tanpa menyebabkan penyakit, namun ada beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan infeksi bakteri terjadi.

Mengucek mata tidak masalah dalam dunia medis. Namun perhatikan apakah tangan yang digunakan sudah bersih atau belum. Sebaiknya sebelum mengucek mata pastikan tangan Anda bersih misalnya dengan mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.

Wanita gemar menggunakan riasan mata seperti eyeliner, eyeshadow dan mascara. Penumpukan sisa-sisa riasan ini akan menyumbat kelenjar minyak yang ada pada kelopak mata. Inilah yang memicu timbulnya bintitan, ditambah infeksi fokal akibat bakteri.

Jika Anda pengguna softlens, menjaga kebersihan softlens sangat penting. Jika tidak bersih hati-hati dapat terjadi ulkus pada kornea Anda. Selain itu juga dapat menimbulkan infeksi pada kelopak mata (bintitan).

3. Tidak Menular Melalui Tatapan

Kamu pasti familiar dengan pernyataan kalau sakit mata, jangan pandangin si orang tersebut karena bisa menular? Bintitan itu nggak menular semudah mata ke mata, lho.

Kalaupun dikatakan menular, itu karena tanganmu bersentuhan dengan orang yang matanya bintitan. Jadi, dia menyentuh matanya yang bintitan terus belum cuci tangan dan langsung salaman sama kamu. Pasalnya, bintitan ini terjadi akibat infeksi. Bakteri Staphylococcus aureus bisa ikutan terbawa di tangannya kalau nggak cuci tangan dulu.

4. Sembuh dengan Sendirinya

Sebagian besar bintitan bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7–20 hari. Bintitan akan sembuh setelah pecah dan mengeluarkan nanah. Tapi, jangan pernah memencet atau memecahkan benjolan bintitan. Sebaiknya, tunggu sampai benjolan tersebut pecah dengan sendirinya.

Jika bintitan tidak kunjung sembuh dan rasa nyeri bertambah parah, sebaiknya berobat ke dokter. Langkah penanganan yang umumnya dilakukan adalah mengeluarkan nanah agar tekanan pada mata akan berkurang. Selain itu, penggunaan antibiotik terkadang akan dianjurkan.

5. Terpapar polusi

Memang polusi udara tidak dapat kita hindari. Namun saat berada di luar ruangan yang berisiko banyak polusi udara, Anda dapat menggunakan kacamata sebagai pelindung. Hal ini untuk mencegah debu kotoran terbang yang menempel pada mata dan menyumbat kelenjar minyak.

Jadi, anggapan sering bintitan karena suka mengintip hanyalah mitos belaka. Faktanya bintitan disebabkan infeksi yang ada pada kelopak mata akibat sumbatan kelenjar minyak. Dengan menjaga kebersihan mata Anda dapat terhindar dari bintitan.

To Top