in

6 Bagian Tubuh Manusia Yang Bisa Dijual Secara Legal

Tubuh manusia (foto: The Richest)

Menjual bagian tubuh manusia dianggap ilegal tanpa ada izin dari pemiliknya. Jika seseorang dengan sengaja membunuh orang lain dan mengambil organ-organ tubuh korban untuk dijual, itu bisa dianggap pelanggaran hukum yang sangat berat.

Beberapa organ tubuh penting, seperti jantung, ginjal, hati, atau mata kerap dijual di pasar gelap. Mengutip The Richest, harga untuk sebuah ginjal bisa dipatok dengan harga USD 200.000 atau sekitar Rp 2,6 miliar.

Selain itu banyak kasus pembunuhan yang dilaporkan. Diduga organ korban pembunuhan diambil untuk dijual kembali kepada pihak yang membutuhkan,

Dari banyaknya kasus pembunuhan yang terjadi, banyak anggapan bahwa menjual bagian tubuh itu sangat ilegal. Meskipun demikian, ada beberapa bagian tubuh manusia yang legal untuk dijual. Harganya juga cukup fantastis.

Kira-kira bagian tubuh apa saja yang legal untuk dijual? Berikut seperti dilansir dari The Richest, enam bagian tubuh yang legal untuk dijual.

6. Rambut

(foto: sheknows.com)

Rambut merupakan salah satu bagian dari tubuh manusia yang bisa dijual secara legal. Biasanya rambut hasil jualan itu akan dijadikan wig atau semacamnya. Harganya juga lumayan mahal, dari USD 250 (Rp 3,2 juta) sampai USD 3.000 (Rp 39 juta), tergantung dari kualitas dan jenis rambut.

Di internet ada beberapa situs web yang menawarkan jasa jual beli rambut, seperti buyandsellhair.com, thehairtrader.org, onlinehairaffair.com, dan hairwork.com.

5. Sperma

(foto: bbc.co.uk)

Tahukah Anda bahwa sperma bisa dijual juga? Ya, sekarang sperma bisa didonorkan dan dijual dengan harga yang lumayan mahal. Dengan memastikan tubuh Anda sehat dan memiliki kualitas sperma yang bagus, Anda sudah bisa mendapatkan uang dengan mendonorkan sperma Anda.

Sperma dipatok dengan harga USD 125 (Rp 1,6 juta) per cangkir. Di beberapa klinik yang menyediakan donor sperma bisa membayar pendonor sampai USD 1.000 per bulan, asalkan pendonor bersedia menyumbangkan spermanya tiga kali dalam seminggu.

4. Tinja

(foto: mentalfloss.com)

Mungkin Anda baru tahu bahwa tinja bisa menjadi ladang penghasilan. Tapi tahukah Anda untuk apa nantinya tinja tersebut? Kotoran dari pendonor yang sehat bisa ‘ditransplantasikan’ untuk membantu mengobati infeksi yang sulit. Tinja dipercaya dapat membantu memulihkan ketidakseimbangan yang disebabkan oleh antibiotik yang biasa digunakan untuk mengobati infeksi.

Perusahaan akan membayar pendonor tinja hingga USD 40 (Rp 526 ribu) per sampel, dan pendonor akan diminta untuk terus memberikan sempel hingga empat kali seminggu. Bonus sebesar USD 50 akan diberikan kepada pendonor yang memberikan sempel tinja sebanyak lima kali dalam seminggu. Jika ditotalkan dalam setahun, pendonor tinja bisa mendapat penghasilan sekitar USD 13.0000 (Rp 171 juta).

Bagaimana, Anda berminat?

3. Sumsum Tulang

(foto: alltop.com)

Disebut juga donor sel induk, ini disebut-sebut sebagai kunci memenangkan pertempuran melwan leukimia, limfoma, kanker darah dan penyakit lainnya. Sayangnya, donor sumsum tulang sangat jarang.

Pendonor sumsum tulang di Arizona, California, Hawaii, Guam, Idhao, Alaska, Montana, Nevada, Oregon, dan Washington, bisa mendapat uang sebesar USD 3.000 (Rp 39 juta) per sumbangan. Perlu waktu 8 minggu untuk memulihkan kembali kondisi pendonor, setelah itu bisa mendonor lagi dan bisa menghasilkan sampai USD 18.000 (Rp 236 juta) per tahun.

2. ASI

(foto: healthimpactnews.com)

Banyak ibu yang tidak bisa menghasilkan susu sendiri ketika anaknya lahir. Di AS, ada banyak layanan yang menyediakan jasa menjual air susu ibu atau ASI. Beberapa orang percaya ASI dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Ibu sehat yang memproduksi banyak ASI dari yang dibutuhkan bayi, bisa menjual sebagian ASI nya melalui beberapa situs web seperti Craigslist dan onlythebreast.com. Harga dimulai dari USD 1 sampai USD 2,50 per ons. Jika diakumulasikan dalam setahun, pendonor dapat meraup uang sebesar USD 23.000 (Rp 302 juta).

1. Sel Telur

(foto: blogspot.com)

Sel telur perempuan bisa dijual dengan harga lebih mahal dari hasil penjualan sperma pria. Hal itu dikarenakan sel telur memiliki sifat yang lebih invasif dan pemulihan yang cukup lama.

Perempuan yang mendonorkan sel telurnya bisa mendapatkan uang sampai USD 8.000 (Rp 105 juta) per siklus. Setiap siklus biasanya memakan waktu empat minggu dan diperlukan istirahat selama tiga bulan untuk pemulihan kembali.

Loading...
Loading...