Wow

5 Mitos dan Fakta tentang Tidur Berjalan atau Sleepwalking

5 Mitos dan Fakta tentang Tidur Berjalan atau Sleepwalking

Pernahkah kamu melihat seseorang berjalan dalam keadaan tidur atau sleepwalking? Apa yang ada di benak kalian saat melihatnya? Atau apakah kalian mengalaminya sendiri?

Sleepwalking atau kondisi tidur berjalan adalah gangguan tidur yang membuat seseorang bangun dari tempat tidurnya, lalu berjalan atau berbicara. Dulunya, sleepwalking dikenal sebagai somnambulism.

Mungkin karena tidur sambil berjalan adalah hal tak biasa dan pengetahuan yang didapat adalah lewat tayangan seperti serial dan film, akhirnya melahirkan banyak mitos mengenai gangguan tidur ini.

Bekali diri dengan informasi yang benar, yuk, ketahui bersama berbagai mitos seputar tidur berjalan beserta faktanya!

Baca Juga : Simak 5 Fakta tentang Keramas yang Ternyata hanya Mitos

1. Membangunkan orang yang tidur sambil berjalan itu sangat berbahaya

Banyak orang yang mengatakan, bahwa membangunkan orang yang tidur sambil berjalan dapat menyebabkan serangan jantung para orang tersebut. Ada juga kabar yang mengatakan bahwa membangunkan mereka bisa bikin mereka gila. Anggapan ini dibantah.

Lantas, apa yang terjadi jika kita membangunkan orang yang tidur sambil berjalan?

Hal itu serupa saat kita mengalami mimpi yang sangat mendetail dan seperti nyata. Kemudian kita tiba-tiba terbangun dan merasa linglung. Begitu juga halnya saat kita membangunkan orang yang tidur sambil berjalan. Mereka akan mengalami kebingungan atau kesal, kecuali orang tersebut memiliki riwayat penyakit jantung.

Meski demikian, langkah yang harus dilakukan adalah menenangkan mereka dan memberi penjelasan tentang apa yang telah terjadi. Dengan begitu, mereka akan merasa lebih tenang dan bisa kembali tertidur.

2. Orang dalam keadaan tidur sambil berjalan tidak dapat terluka dalam keadaannya

Faktanya, orang yang berjalan dalam tidur tidak akan kehilangan kepekaan terhadap rangsangan apa pun. Mereka juga tidak akan kebal dan masih bisa terluka.

Seperti contoh, jika mereka melakukan pukulan dengan cukup keras, mereka akan terbangun. Itulah mengapa sangat penting untuk membawa sleepwalker kembali ke tempat tidur.

Selain itu, langkah pengamanan yang dapat dilakukan adalah mengamankan senjata tajam dan berbahaya jauh dari jangkauan agar tidak melukai sleepwalker.

3. Berjalan sambil tidur tidak akan berdampak apa-apa pada keesokan harinya

Faktanya, efek yang ditimbulkan dari tidur sambil berjalan ialah kualitas tidur yang terganggu atau kurang tidur. Mereka akan lebih sering merasakan kantuk pada siang hari dan ini bisa mengganggu aktivitas harian.

4. Orang yang tidur sambil berjalan selalu menutup mata

Mungkin kamu pernah melihatnya di tayangan horor, di mana seseorang tidur berjalan dengan mata terpejam. Namun, pada kenyataannya, orang yang tidur sambil berjalan tidak selalu menutup mata.

Itulah kenapa ada seseorang yang tidur sambil berjalan masih bisa melihat jalanan atau naik turun tangga tanpa terjatuh. Mereka melakukannya saat otak sedang dalam kondisi tidur dan sedang dalam fase tahap 3 non-rapid eye movement.

5. Orang dengan tidur berjalan tidak mengingat apa pun yang telah terjadi

Faktanya, sebagian dari mereka dapat mengingat apa yang mereka lakukan selama episode tidur berjalan. Bahkan, mereka mengingat apa yang mereka pikirkan dan emosi apa yang mereka rasakan.

To Top