Wow

5 Mitos dan Fakta tentang Mendengkur, Kamukah Itu?

5 Mitos dan Fakta tentang Mendengkur, Kamukah Itu?

Tentunya kamu pernah mendengar suara dengkuran, dong? Atau kamu sendiri adalah orang yang tidurnya mendengkur?

Mendengkur atau mengorok adalah suara serak atau kasar yang dikeluarkan saat tidur. Kondisi ini terjadi akibat terhalang atau menyempitnya saluran pernapasan. Sayangnya, banyak orang masih menyepelekan kondisi ini, hanya menganggapnya sebagai kebiasaan buruk yang tak disadari. Padahal, mendengkur bisa jadi tanda adanya masalah kesehatan serius.

Untuk memperkaya pengetahuan, yuk, kupas tuntas mitos seputar mendengkur beserta faktanya.

Baca Juga : 5 Mitos dan Fakta tentang Tidur Berjalan atau Sleepwalking

1. Mendengkur bukan masalah yang perlu dikhawatirkan

Banyak yang menganggap bahwa mendengkur adalah hal biasa yang tak perlu dikhawatirkan. Namun, faktanya mendengkur bisa jadi pertanda adanya masalah kesehatan serius, seperti obstructive sleep apnea.

Menurut laporan dalam European Journal of Internal Medicine tahun 2012, obstructive sleep apnea adalah gangguan pernapasan tidur yang ditandai dengan adanya obstruksi saluran napas baik secara parsial maupun komplit. Pada kondisi ini, obstruksi pada saluran napas membuat seseorang mendengkur atau tersedak, sering terbangun, kualitas tidur terganggu, dan cenderung mengantuk pada pagi atau siang hari. Saat obstruksi terjadi, udara inspirasi yang masuk ke dalam paru-paru jadi berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali.

2. Dokter gigi dapat membantu mengatasi masalah mendengkur

Dokter gigi memang dapat membantu mengatasi beberapa hal yang menyebabkan mendengkur, seperti memberi peralatan oral yang membantu menahan lidah saat tidur. Namun, penting untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis tidur untuk benar-benar mengatasinya.

3. Sleep apnea adalah satu-satunya penyebab seseorang mendengkur

Melansir Healthgrades, memang benar bahwa obstructive sleep apnea adalah penyebab utama mengorok, tetapi bukan satu-satunya.

Kadang kondisi kelebihan berat badan atau obesitas bisa membuat seseorang mendengkur. Konsumsi alkohol dan penggunaan obat-obatan tertentu, seperti relaksan otot, dapat mengendurkan otot di tenggorokan atau lidah, sehingga menimbulkan dengkuran.

Selain itu, seseorang mungkin memiliki saluran udara yang sangat sempit atau adanya cacat struktural seperti septum yang menyimpang, yang bisa membuat seseorang lebih cenderung mendengkur.

Pertambahan usia juga merupakan salah satu faktor risiko yang membuat seseorang mengorok dalam tidurnya.

4. Hanya laki-laki yang mendengkur saat tidur

Ini cuma mitos, karena perempuan juga bisa mendengkur dan suaranya pun bisa sama mengganggunya dengan suara dengkuran laki-laki.

Menurut sebuah penelitian terhadap 2.000 pasien yang mendatangi lab untuk studi terkait tidur, ditemukan bahwa 40 persen perempuan yang mengklaim dirinya tidak mengorok ternyata memiliki intensitas mendengkur yang parah atau sangat parah. Temuan ini dipublikasikan dalam Journal of Clinical Sleep.

Selain itu, mendengkur juga cukup umum pada ibu hamil pada minggu-minggu terakhir kehamilan. Melansir What to Expect, penyebab paling umum adalah lonjakan hormon kehamilan. Peningkatan kadar estrogen dan progesteron menyebabkan selaput lendir di hidung membengkak. Ini bisa memburuk saat ibu hamil berbaring, sehingga menyebabkan dengkuran.

Pertambahan berat badan yang berlebihan selama kehamilan juga bisa menjadi penyebab, karena menghasilkan jaringan ekstra di sekitar kepala dan leher yang memperburuk dengkuran.

Selain itu, perempuan yang punya masalah kelebihan berat badan, penggunaan alkohol, obat-obatan, dan masalah kesehatan lainnya juga bisa mendengkur. Begitu juga pada beberapa perempuan yang sudah menopause.

5. Cuma orang dewasa yang mendengkur

Tak sedikit, lho, anak-anak yang tidurnya mendengkur. Faktanya, para ahli memperkirakan sekitar 10 persen anak rutin mendengkur dalam tidurnya.

Untuk banyak anak, alergi, infeksi saluran pernapasan, dan hidung tersumbat adalah beberapa alasan utama dengkuran pada anak.

National Sleep Foundation memperingatkan bahwa 1-3 persen anak menderita masalah pernapasan saat tidur. Bila anak mendengkur secara teratur dan suaranya keras, konsultasikan kondisi anak tersebut ke dokter, karena bisa saja ia menderita obstructive sleep apnea.

To Top