Tekno

Kiprah BJ Habibie Di Dunia Penerbangan yang Mengharumkan Nama Indonesia

Kiprah BJ Habibie Di Dunia Penerbangan yang Mengharumkan Nama Indonesia

Indonesia telah kehilangan satu lagi anak bangsa yang hebat setelah meninggalnya BJ Habibie kemarin, Rabu (11/9/2019). Meskipun beliau sudah meninggal, karya-karyanya masih bermanfaat bagi orang banyak.

BJ Habibie dikenal sebagai inovator jenius dari Indonesia yang memiliki sumbangsih besar pada teknologi pesawat terbang dunia. Berkat kecerdasannya itu, BJ Habibie sudah menyumbangkan banyak prestasi yang berguna bagi bangsa dan bahkan dunia.

Salah satunya adalah kiprahnya di dunia penerbangan. Pria kelahiran Parepare, Sulawesi, 25 Juni 1936 ini dikenal mampu menciptakan pesawat kelas dunia. Mungkin beliau adalah satu-satunya orang Indonesia yang kala itu mampu membuat pesawat yang diakui dunia.

Perjalanan Habibie di dunia penerbangan dimulai di Institut Teknologi Bandung (ITB). Baru satu tahun kuliah di ITB, Habibie menerima beasiswa dari Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule (RWTH) di Jerman.

Tentu saja Habibie tidak ingin melewatkan kesempatan emas ini, dia pun pergi ke Jerman untuk kuliah di sana. BJ Habibie mengambil jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialis pesawat terbang.

Dia lulus dengan predikat summa cumlaude pada tahun 1960. Karirnya kemudian berlanjut setelah mendapat gelar dokter lima tahun kemudian. Dia mendapat pekerjaan di perusahaan penerbangan Messerschmitt-Bolkow-Blohm (MBB) sampai ia jadi wakil presiden di perusahaan tersebut.

Penemu teori Crack Progression Theory.

Kiprah BJ Habibie Di Dunia Penerbangan yang Mengharumkan Nama Indonesia

Foto: Dok

Baca Juga: Mengenang Kembali Kisah Cinta Habibie dan Ainun yang Tak Lekang Oleh Waktu

Namun pada tahun 1973, ia kembali ke Indonesia atas perintah Presiden Soeharto. Kemudian dia menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi.

Lalu pada tahun 1976, Indonesia mendirikan perusahaan pesawat terbang, yakni PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio dimana Habibie menjabat sebagai Presiden Direktur perusahaan tersebut.

Di perusahaan itu, Habibie berhasil menciptakan pesawat pertama buatan Indonesia bernama N250 Gatot Kaca dan setelah itu Habibie terus melanjutkan inovasinya di bidang pesawat terbang.

Selain itu, ada salah satu kontribusi dan penemuan terbesarnya di dunia penerbangan, yaitu teorinya tentang Crack Progression Theory.

Teori tersebut digunakan untuk memprediksi titik mula retakan pada sayap pesawat terbang. Dengan teori ini, BJ Habibie berhasil mendetail perumusannya sehingga mampu mengatasi titik awal retakan pada pesawat yang suka jadi penyebab kecelakaan.

Berkat kejeniusan BJ Habibie, industri penerbangan seluruh dunia seakan menemukan solusi dari permasalahan berkepanjangan pada pesawat.

You May Like

To Top