in

4 Alasan Kenapa Tik Tok Pantas Diblokir

Alasan Tik Tok Diblokir

Aplikasi Tik Tok memang belum lama populer di Indonesia. Namun baru-baru ini aplikasi asal China itu diblokir Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia karena mengandung banyak konten negatif.

Seperti yang kita ketahui, banyak orang suka memamerkan video tak senonoh di aplikasi Tik Tok. Parahnya lagi, banyak anak-anak di bawah umur yang menggunakan aplikasi ini. Tentu saja hal ini menyebabkan keresehan di kalangan para orang tua.

Menurut WowMenariknya.com, ada beberapa alasan kenapa Tik Tok pantas sekali diblokir di Indonesia. Berikut ulasannya!

loading...

1. Banyak video syur

Alasan utama kenapa orang-orang suka menggunakan Tik Tok karena di dalamnya banyak sekali wanita-wanita cantik nan seksi yang memamerkan kemolekan tubuhnya secara terang-terangan. Tentunya ini berbahaya jika dilihat oleh anak kecil.

Baca Juga: 5 Jenis Aplikasi Android Berbahaya yang Sebaiknya Dihapus Saja

2. Memberikan pendidikan tidak baik untuk generasi muda

Dengan adanya Tik Tok, orang-orang bisa bebas berekspresi, entah itu ke arah yang baik atau buruk. Namun kebanyakan aplikasi ini digunakan ke arah yang tidak baik oleh generasi muda seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.

3. Menjatuhkan moral

Kalian mungkin pernah melihat tingkah nyeleneh para pengguna Tik Tok yang dianggap kurang bermoral dan tidak beretka. Bukan hanya orang dewasa, anak di bawah umur pun sudah banyak yang merusak moralnya sendiri karena aplikasi ini.

Baca Juga: 5 Aplikasi Smartphone Yang Paling Banyak Menguras Kuota

4. Membuat orang lain tergoda

Karena di Tik Tok banyak sekali video-video syur, tak heran jika banyak orang yang tergoda, khususnya laki-laki. Mereka bisa saja melakukan tindakan tak senonoh seperti melakukan ejakulasi yang dapat merusak pikiran dan tubuhnya.

Nah itulah beberapa alasan kenapa Tik Tok pantas diblokir. Keputusan yang diambil pemerintah untuk memblokir aplikasi ini adalah pilihan yang tepat karena dapat merusak moral generasi muda.

loading...
loading...
Loading...
Loading...