in

10 Hacker Paling Berbahaya Di Dunia

Hacker paling berbahaya di dunia
Foto: The Richest

Hacker atau peretas adalah orang yang mempelajari dan menerobos masuk jaringan komputer untuk digunakan sebagai keuntungan pribadi atau hanya untuk iseng saja.

Seorang hacker bisa dikatakan sangat berbahaya tergantung dari tingkatannya. Mereka yang masuk dalam kategori elite, mampu memahami tentang sistem operasi dan sanggup menyambungkan jaringan secara global. Mereka bagaikan hantu yang dapat memasuki sistem tanpa terdeteksi.

Di dunia ini ada banyak sekali hacker dengan tingkatan yang berbeda-beda. Namun beberapa hacker berikut ini dikategorikan sebagai hacker paling ditakuti. Berikut ulasan beberapa orang yang menyandang gelar sebagai hacker paling berbahaya di dunia, seperti dikutip Wow Menariknya dari The Richest.

loading...

1. Gary McKinnon

Hacker paling berbahaya di dunia
Foto: The Richest

Garry McKinnon adalah seorang adiministrator sistem komputer yang pernah meretas sistem komputer militer Amerika Serikat. Dia menghapus file OS penting, mencoba mencari informasi energi bebas, UFO dan menyebabkan kerusakan sistem kontrol rudal yang ditaksir bernilai ribuan dolar AS.

Menurut pihak berwenang, apa yang dilakukan Gary merupakan serangan hacker terbesar yang pernah menyerang sistem komputer milik AS yang dilakukan oleh satu orang.

Dia ditangkap dan dijebloaskan ke penjara di Inggris. Menurut ahli medis, Gary diklaim memiliki sindrom Asperger dan kemungkinan besar ia akan bunuh diri jika dipaksa untuk kembali ke Amerika Serikat.

2. Michael Bevan & Richard Pryce

Hacker paling berbahaya di dunia
Foto: The Richest

Pada tahun 1996, dua anak laki-laki Inggris, Michael Bevan dan Richard Pryce, mulai mengakses sistem komputer milik Angkatan Udara Amerika Serikat, NATO, dan NASA. Dia menyebabkan beberapa file penting menghilang dan sebagian datanya disalin oleh mereka.

Selain itu, dua sejoli ini pernah menyusup ke sebuah fasilitias penelitian di Korut dan memindahkan informasi tentang program nuklir milik mereka ke server Angakatan Udara Amerika Serikat (USAF). Ulah mereka berdua bisa memicu konflik antar kedua negara, karena Korut akan menduga AS telah mencuri data penting mereka dan akan melancarkan serangan balasan.

Beruntungnya, data yang dipindahkan dua hacker berbahaya ini adalah milik Korea Selatan bukan Korea Utara. Dengan demikian pemerintah AS bisa dengan mudah memecahkan masalah ini.

loading...
Loading...
Loading...