Ramadhan

Makanan-Makanan yang Harus Dihindari Saat Sahur

Makanan-Makanan yang Harus Dihindari Saat Sahur

Salah satu hal penting yang menentukan sukses atau tidaknya kita berpuasa dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari yaitu saat sahur. Pasalnya makan saat sahur bisa memasok energi pada tubuh agar kita kuat menahan lapar dan haus sampai waktu maghrib tiba.

Namun ada yang perlu kita perhatikan saat sahur, yaitu makanan yang kita konsumsi. Sebab tidak semua makanan baik untuk dikonsumsi saat sahur. Agar puasa kamu penuh energi, tidak lemas, dan bisa tamat, sebaiknya hindari makanan-makanan ini saat sahur.

1. Makanan yang mengandung minyak

Salah satu jenis makanan yang harus kamu hindari saat sahur yaitu makanan berminyak seperti gorengan dan makanan yang digoreng dengan minyak. Makanan yang mengandung minyak dalam jumlah tinggi sebenarnya tidak memasok energi pada tubuh. Akibatnya nanti tubuh akan mudah lemas dan lesu. Selain itu, makanan berminyak bisa menghilangkan cairan dalam tubuh dengan cepat sehingga kamu bisa mudah haus.

Baca Juga: Memahami Makna Puasa Agar Pahalanya Tidak Luntur

2. Makanan yang tinggi akan garam

Selain makanan berminyak, makanan yang mengandung garam dalam jumlah tinggi juga perlu kamu hindari. Jika tubuh kamu terlalu banyak mengonsumi garam saat sahur, nantinya kamu akan mudah haus selama menjalankan puasa.

3. Makanan pedas

Mengonsumsi makanan pedas saat perut kosong bisa menyebabkan masalah pencernaan dan sakit perut. Bahayanya nanti kamu bisa merasakan sakit perut dan mulas selama puasa yang mungkin bisa membatalkan puasa kamu.

4. Makanan yang terlalu manis

Memang wajar-wajar saja mengonsumsi makanan manis, tapi jika makanan tersebut mengandung gula yang berlebihan atau gulanya tidak alami, hal ini hanya akan memasok kalori dalam jumlah banyak tapi rendah akan nutrisi. Akibatnya nanti perut terasa kembung dan kamu jadi mudah haus.

Itulah beberapa jenis makanan yang harus kamu hindari saat sahur agar puasa kamu penuh energi dan tetap bisa beraktivitas seperti hari-hari biasa.

To Top