in ,

Wali Kota Ini Dipasung Oleh Warga, Ternyata Ini Alasannya!

Di Indonesia, warga hanya bisa diam ketika melihat pemimpinnya melakukan pelanggaran hukum, seperti korupsi atau tidak melaksanakan tugasnya dengan benar. Masyarakat dilarang ikut campur dalam mengadili pemimpin yang lalai dalam tugasnya.

Namun berbeda dengan di Bolivia, dimana masyarakat di sana memiliki hak konstitusional yang memungkinkan mereka untuk menghukum para pemimpin daerah atau kota bila dianggap memiliki kinerja yang buruk.

Hal itu terbukti dalam kejadian baru-baru ini di San Buenaventura, sebuah kota kecil di Bolivia utara. Warga tampak mengadili wali kota mereka, Javier Delgado dengan cara dipasung. Alasannya karena masyarakat tidak puas dengan pelayanan Delgado.

Sang wali kota terlihat duduk di tanah dengan posisi kaki  dipasung menggunakan alat abad pertengahan. Sementara warga terlihat mengelilinginya.

Apa penyebabnya?

Wali Kota Ini Dipasung Oleh Warga, Ternyata Ini Alasannya!
Foto: Odditycentral

Dikutip dari Odditycentral, walikota Delgado seharusnya meresmikan sebuah jembatan yang dibangun dengan dana negara pada 25 Februari lalu. Namun ia tidak menghadiri acara peresmian tersebut.

Ketika Delgado datang, ia dibuat terkejut melihat warga sudah berkerumun menunggunya dengan memasang wajah marah. Tanpa basa-basi, warga langsung memegang Delgado dan kemudian memasungnya dengan menggunakan kayu.

Baca Juga: Mengintip Gaji Para Pemimpin Negara Adidaya

“Mereka bahkan tidak memberi saya kesempatan untuk mencari tahu mengapa mereka memberikan hukuman ini kepada saya, tapi saya tidak mampu menghadapi perlawanan mereka karena terlalu berisiko,” ujar Delgado kepada situs La Razon.

Dia kemudian diberi kesempatan oleh warga untuk menjelaskan semuanya. Setelah dijelaskan, warga merasa bersalah dan langsung meminta maaf kepadanya. Warga mengaku sudah dimanipulasi oleh seseorang yang dianggap saingan Delgado untuk menjatuhkan kepemimpinannya.

Wali Kota Ini Dipasung Oleh Warga, Ternyata Ini Alasannya!
Foto: Odditycentral

Namun menurut salah seorang warga setempat, Daniel Salvador, penduduk asli kota tersebut, mengatakan kepada Radio Fides bahwa Wali Kota Delgado berhak dihukum karena tidak memenuhi komitmennya kepada masyarakat setempat dan telah berbohong kepada mereka dengan tidak menjadikannya sebagai prioritas.

Selama dua tahun menjabat, ini bukan yang pertama kali Delgado mendapat hukuman dari masyarakat. Dia pernah dipasung hanya beberapa bulan setelah masuk kantor. Untuk yang kedua kalinya, warga mengambil alih kantor Delgado selama dua bulan penuh.

Karena ketakutan, Delgado pun melarikan diri ke kota tetangga sampai ia kembali lagi setelah komisi otoritas adat mengakhiri permasalahan ini.

Sebagian masyarakat Bolivia memerintah diri mereka sendiri sesuai tiga prinsip dasar “ama qhuilla, ama llulla, ama suwa” yang artinya jangan malas, jangan jadi pembohong dan jangan mencuri.