in ,

Tidak Memakai Baju, Pria Ini Tinggal Sendirian di Pulau Terpencil Selama 30 Tahun

Tidak Memakai Baju, Pria Ini Tinggal Sendirian di Pulau Terpencil Selama 30 Tahun
Masafumi Nagasaki (Daily Mail)

Seorang pria bernama Masafumi Nagasaki telah tinggal sendirian di sebuah pulau terpencil selama puluhan tahun tanpa memakai baju sehelai pun. Dia adalah satu-satunya orang yang tinggal di pulau Sotobanari di Kepulauan Sakishima, Prefektur Okinawa, Jepang.

Masafumi sudah ada di pulau tak berpenghuni tersebut sejak tahun 1989. Namun baru-baru ini seorang pelancong menemukannya. Dalam kata lain dia sudah hidup sendirian selama hampir 30 tahun di pulau itu.

Alvaro Cerezo mengatakan kepada news.com.au seperti dikutip Daily Mail, Masafumi dipaksa untuk meninggalkan pulau tersebut ketika seseorang menemukannya. Polisi membawanya ke sebuah rumah milik pemerintah di kota Ishigaki yang berjarak 60 km dari Sotobanari.

Masafumi hanya ingin tinggal bersama alam.

Tidak Memakai Baju, Pria Ini Tinggal Sendirian di Pulau Terpencil Selama 30 Tahun
Foto: Daily Mail

Cerita tentang Masafumi kembali pada tahun 2012. Dia memutuskan menghindari kehidupan masyarakat pada awal tahun 90-an. Dia kemudian mendirikan kemah kecil di Sotobanari di mana tidak ada air mengalir di sana.

Baca Juga: Sedih, Tunawisma Ini Tinggal dalam Pipa Gorong-Gorong

Para nelayan jarang ada yang mendekati perairan dekat pulau tersebut karena arusnya dianggap berbahaya. Oleh sebab itu Masafumi baru-baru ini ditemukan setelah tiga dekade berlalu.

“Saya tidak melakukan apa yang masyarakat katakan pada saya, tetapi saya mengikuti aturan dunia alami. Kalian tidak bisa mengalahkan alam sehingga kalian harus mematuhinya,” kata Masafumi.

“Itulah yang saya pelajari ketika datang ke sini dan itulah alasan kenapa saya bisa bertahan dengan baik di sini,” tambahnya.

Lalu bagaimana ia bisa bertahan hidup?

Tidak Memakai Baju, Pria Ini Tinggal Sendirian di Pulau Terpencil Selama 30 Tahun
Foto: Daily Mail

Ketika membutuhkan makanan, dia akan pergi ke pulau terdekat dengan menggunakan uang yang dikirim oleh keluarganya untuk membeli makanan dan juga air. Sementara air untuk mandi ia dapatkan dari air hujan yang diterperangkap dalam sebuah pancir.

Pada tahun pertama, pakaian Masafumi rusak semuanya setelah terkena angin topan. Hingga akhirnya ia harus hidup tanpa mengenakan benang sehelai pun di tubuhnya.

Setiap harinya, ia suka menghabiskan waktu membentang di bawah sinar matahari, membersihkan kemahnya dan melakukan aktivitas lainnya.

Masafumi berharap pulau ini jadi tempat peristirahatan terakhirnya. Dia tidak ingin meninggal di rumah sakit atau di samping keluarganya, ia hanya ingin meninggal di kelilingi oleh alam.

Namun pihak berwenang Jepang memindahkan Masafumi dari pulau tersebut ketika ia ditemukan dalam keadaan lemah. Kesehatannya baik-baik saja, tapi mungkin ia terkenal flu ketika ditemukan. Pihak berwenang melarang Masafumi kembali ke pulau itu.