in

Dosen Turki Klaim Nabi Nuh Gunakan Telepon Untuk Memanggil Anaknya Sebelum Banjir

Dosen Turki Klaim Nabi Nuh Gunakan Telepon Untuk Memanggil Anaknya Sebelum Banjir
Foto: Odditycentral

Kisah banjir bandang pada zaman Nabi Nuh merupakan kisah terkenal yang bersumber dari kitab suci. Dalam Alquran diceritakan kalau hanya umat Nabi Nuh saja yang selamat dari banjir besar tersebut setelah menaiki bahtera. Sementara anak dan istrinya Nabi Nuh tidak selamat karena mereka tidak mempercayai Allah.

Baru-baru ini pernyataan mengejutkan datang dari seorang dosen asal Turki bernama Dr. Yavuz Ornek yang mengklaim bahwa Nabi Nuh dulu menggunakan telepon untuk memanggil anaknya sebelum banjir bandang terjadi.

Seperti dilansir Odditycentral, dosen dari Ilmu Kesehatan Universitas Istanbul itu memberikan pernyataan anehnya tersebut saat mengisi sebuah acara program televisi yang disiarkan oleh stasiun TRT 1.

Baca juga: 4 Bukti Ilmiah Kalau Banjir Bandang Nabi Nuh Pernah Terjadi

Ornek mengatakan bahwa teknologi jauh lebih maju 10.000 tahun yang lalu dan tidak disadari oleh banyak orang. Dia mengatakan bahwa Nuh membuat bahteranya dengan menggunakan baja dan menggunakan energi nuklir untuk menyalakannya.

Dosen Turki Klaim Nabi Nuh Gunakan Telepon Untuk Memanggil Anaknya Sebelum Banjir
Foto: Odditycentral

Tak hanya itu, Nuh dianggap sudah menggunakan telepon genggam. Dia menggunakan teleponnya untuk memanggil anaknya yang jauh agar naik bahtera bersamanya.

Pembawa acara dan tamu lainnya tentu terkejut dengan klaim tersebut. Profesor Omer Frauk Harman, salah satu tamu yang juga hadir dalam acarat tersebut, meminta Ornek untuk menunjukkan bukti empiris untuk mendukung pernyataannya.

Sebagai tanggapan, Ornek merujuk pada salah satu ayat Alquran yang menceritakan bahwa Nuh berusaha menghubungi anaknya yang berada jauh. Ornek mengatakan bagaimana bisa Nuh berbicara dengan putranya dari jarak yang jauh, apakah itu keajaiban? Atau mungkin Nuh menggunakan teknologi untuk menghubungi anaknya. (Percakapan Nabi Nuh dan putranya ada dalam surat Hud, ayat 42-43).

“Saya seorang ilmuwan, saya berbicara untuk sains,” ujar Ornek.

Publik merespon tanggapan Ornek dengan pandangan negatif. Di media sosial, banyak dari mereka yang tidak percaya dengan perkataan Ornek.

Loading...
Loading...