in

10 Hukuman Mati Paling Sadis, Bersiap Merinding!

Hukuman mati biasanya diberikan kepada pelaku kriminal tingkat atas agar memberikan efek jera kepada orang lainnya agar tidak berani melakukan kejahatan. Di masa kini, biasanya terpidana mati akan dieksekusi dengan cara ditembak, digantung, atau disetrum. Metode seperti itu masih terbilang manusiawi, tapi jika melirik kebelakang bagaimana metode hukuman mati dijalankan, mungkin kamu akan mengeri mendengarnya saja.

Berikut beberapa metode hukuman mati paling mengerikan dan sadis yang sangat tidak manusiawi yang sudah Wow Menariknya rangkum dari berbagi sumber.

10. Diledakan dengan meriam

Mengeksekusi terpidana mati dengan cara meledakan tubuhnya menggunakan senjata meriam merupakan salah satu hukuman mati paling mengerikan. Korban akan diikat tepat di depan laras meriam sebelum peluru meriam akan ditembakan dan mengahncurkan badannya.

Ketika meriam ditembakan, kepala korban akan langsung terbang ke udara dan kedua lengannya juga akan ikut melayang. Sementara itu tubuhnya akan hancur tak bersisa.

Eksekusi mati dengan menggunakan meriam banyak digunakan di negara-negara kolonial Eropa pada abad ke-16, terutama Inggris. Metode seperti ini juga digunakan di India sekitar tahun 1857-an untuk memberantas pemberontak.

9. Gibbeting

Gibbeting adalah satau satu cara mengeksekusi mati dengan cara memasukan korban dalam sebuah sangkar besi kemudian korban akan dibiarkan menggantung hingga tewas. Biasanya korban akan meninggal karena kehausan, kelaparan atau kepanasan.

Metode gibbeting sudah dihapus di Inggris sejak tahun 1700-an. Tapi metode ini kemudian digunakan kembali hingga tahun 1920-an di beberapa negara seperti di Afghanistan.

8. Dikubur hidup-hidup

Mengubur hidup-hidup orang yang masih hidup merupakan tindakan yang sangat tidak manusiawi. Korban akan dibiarkan mati perlahan-lahan sampai kehabisan napas di bawah permukaan tanah.

Metode seperti ini sudah sangat populer sejak abad ke-2 SM di China. Bangsa Romawi juga suka menggunakan metode eksekusi mati yang satu ini untuk musuh-musuhnya atau orang yang menentang kebijakan kaisar.

7. Dijadikan santapan hewan

Selain dikubur hidup-hidup, menjadikan terpidana sebagai santapan hewan juga tak kalah sadis dan sangat tidak manusiawi. Hukuman mati seperti ini tidak memerlukan peralatan tajam atau peralatan kejam lainnya, cukup melemparkan korban ke kandang hewan buas yang kelaparan, dan bersiap jadi hidangan penutup hewan buas.

Hewan buas seperti serigala, buaya, singa, heyna dan beruang bisa jadi eksekutor yang sangat kejam. Di Roma, hukuman mati seperti ini bisa jadi hiburan bagi warganya yang bisa langsung menyaksikan korban dimakan hidup-hidup oleh hewan buas.

6. Dimasak

Siapapun yang dijatuhi hukuman mati dengan cara dimasak akan mengetahui secara jelas bagaimana rasa sakit yang begitu pedih dan sangat menyakitkan. Korban akan dimasukan ke dalam alat masak berukuran besar berisikan air atau minyak yang sangat mendidih. Sebelum meninggal, korban akan berteriak-teriak kesakitan tanpa bisa melakukan apapun.

Di Yunani, mengeksekusi mati terpidana dengan cara dimasak dikenal dengan sebutan “Banteng Perunggu.” Korban akan dimasukan kedalam patung banteng yang terbuat dari perunggu. Setelah dimasukan ke dalam patung banteng tersebut, api akan dibiarkan menyala tepat di bawah banteng tersebut dan korban akan mati secara perlahan-lahan dan menyakitkan.

5. Diseret, digantung lalu dipotong

Pada abad pertengahan, tiga metode eksekusi mati ini begitu populer di negara-negara Eropa. Terpidana mati akan dihukum mati dengan cara ditarik, digantung dan dipotong. Yang lebih mencengangkannya lagi, proses eksekusi matinya akan dijadikan sebuah tontonan publik agar tidak ada yang berani melakukan tindakan kejahatan.

Proses ini dimulai dengan korban yang akan ditempatkan pada bingkai kayu, kemudian diseret di sekitar jalan-jalan di lokasi eksekusi. Setelah itu korban akan digantung sampai setengah mati. Terpidana tidak akan dibiarkan mati dengan cara digantung, tapi setelah diambang kematiannya korban akan dilepaskan dan kemudian tubuhnya akan dipotong-potong menjadi empat bagian. Mirisnya lagi bagian potongan tubuh korban akan dipajang untuk menjadi peringatan bagi orang lain.

Dalam beberapa kasus, korban masih hidup cukup lama untuk melihat isi perutnya ditarik keluar dan dibakar.

4. Dikuliti hidup-hidup

Bentuk sadis hukuman mati yang satu ini dilakukan dengan cara menguliti hidup-hidup terpidana mati. Awalnya, kulit korban akan dipaku di tembok atau di meja sebelum proses menguliti dimulai. Korban akan merasakan kesakitan yang luar biasa ketika kulitnya dilepaskan dari tubuhnya. Saking sakitnya, korban pun akan meninggal secara perlahan-lahan.

Hukuman mati seperti ini tampaknya juga digunakan oleh peradaban suku Aztec sebagai bagian dari bentuk ritual mereka. Dan di abad ke-14, China juga menerapkan metode hukuman mati tak bermanusiawi ini. Dilaporkan sang kaisar sudah memerintahkan 5.000 wanita dihukum mati dengan cara dikuliti.

3. Dirobek

Metode eksekusi yang satu ini juga tak kalah populer dengan sejarahnya yang panjang. Korban akan diikat dengan rantai atau tali pada kedua tangan dan kakinya. Masing-masing tali sudah ada yang memegangnya. Kemudian pemegang tali yang satu dengan yang lainnya akan berlari menggunakan kuda dengan cara berlawanan arah. Hal ini memungkinkan bagian tubuh korban akan terpisah, termasuk tulang-tulangnya.

2. Diiris secara perlahan

Diiris secara lambat adalah bentuk penyiksaan dan eksekusi mati yang digunakan di China pada abad 900 sampai dilarang pada tahun 1905. Proses eksekusi mati ini akan melibatkan pisau sistematis yang biasa digunakan untuk mengeiris sayuran atau buah. Korban akan diiris secara perlahan-lahan dari kaki, perut hingga tenggerokan. Saat kematiannya tiba, korban sudah memiliki seribu luka di sekujur tubuhnya.

1. Digergaji

Proses eksekusi mati yang satu ini terbilang sangat sadis dibandingkan dengan yang lainnya. Terpidana mati akan diikat pada sebuah tiang kayu dengan posisi berdiri terbalik. Kemudian pihak algojo akan menggergaji tubuhnya dari bagian anus hingga kepalanya. Atau dalam beberapa kasus lain dari kepala korban hingga pangkal pahanya.

Metode seperti ini pernah digunakan pada zaman kekaisaran Romawi. Korban yang akan dijatuhi hukuman mati seperti ini biasanya adalah orang-orang yang membangkan pada perintah kiasar atau melakukan tindakan kejahatan lainnya.