News

Polisi Virtual Mulai Beroperasi, Yuk Mulai Bijak Menggunakan Media Sosial

Polisi Virtual Mulai Beroperasi, Yuk Mulai Bijak Menggunakan Media Sosial

Direktorat Reserse Kriminal Cyber ​​Crime Police mengaktifkan polisi virtual atau polisi virtual .

Dalam mengaktifkan kebijakan dunia maya, Polri juga diketahui terafiliasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan media sosial seperti ujaran kebencian, SARA, dan lain-lain.

Lalu bagaimana cara kerja dan apa saja yang dilakukan oleh polisi virtual tersebut? Berikut penjelasannya.

Baca Juga : 5 Rahasia Sistem Gratis Ongkir Olshop Tapi Tetap Untung

1. Tugas polisi virtual

Polisi virtual nantinya akan bertugas memberikan edukasi kepada masyarakat terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Menurut, nantinya polisi virtual akan berpatroli di dunia maya untuk menegur komunitas pengguna media sosial jika ada potensi pelanggaran UU ITE .

2. Aktivasi polisi virtual

Polisi virtual sudah mulai diaktifkan setelah surat edaran Kapolri nomor SE / 2 / II / 2021.

Melansir Kompas.com ,Argo menyebut, sejauh ini ada tiga akun medsos yang mendapat surat pemberitahuan atau teguran dari Polri.

“Kemarin kita buat tiga, kita kirim,” kata Argo.

Salah satu akun yang ditegur adalah akun yang mengunggah gambar dengan tulisan “jangan lupa saya curi”.

” Virtual polisi peringatan. Peringatan 1. konten Twitter Anda upload 21 Februari 2021 di 15:15 berpotensi pidato kebencian. Untuk menghindari proses hukum lebih lanjut, silahkan diminta untuk melakukan koreksi terhadap konten media sosial setelah Anda menerima pesan ini Selamat Presisi, “lanjut Argo membacakan isi surat teguran tersebut.

3. Bagaimana cara kerjanya

Dalam prosesnya anggota yang menjadi polisi virtual akan memantau aktivitas tersebut di media sosial dan melaporkannya kepada atasan jika menemukan unggahan konten yang berpotensi melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik.

Setelah itu, unggahan tersebut akan diserahkan oleh petugas dan akan dimintai pendapat dari para ahli seperti ahli pidana, bahasa dan ITE.

Jika terdapat potensi tindak pidana maka unggahan tersebut akan diserahkan kepada Direktur Kejahatan Siber atau pejabat yang ditunjuk.

“Setelah dia memberi konfirmasi, baru kita japri ke rekeningnya. Kita kirim. Jadi resmi kirim. Jadi tahu ada polisi yang mengirim,” jelas Argo.

Itulah update tentang polisi virtual yang sudah beroperasi di Indonesia. Yuk kita mulai bijak dalam menggunakan media sosial.

To Top