in ,

Kepalanya Menyatu, Salah Satu Kembar Siam Ini Harus Dikorbankan

Foto: Daily Mail

Nasib malang menimpa Chiara dan Charina Nortega, kembar siam asal Filipina yang kepalanya menyatu sejak dari lahir. Untuk memisahkan keduanya, sayangnya salah satu di antara mereka harus ada yang dikorbankan.

Loading...

Orang tua dua anak perempuan itu menganggap kalau tindakan operasi pantas dilakukan meski harus mengorbankan salah satunya demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik untuk yang satunya lagi.

Karena kondisinya tersebut, si kembar yang tinggal di Roxas, Provinsi Palaawan, Filipina, harus menjalani kehidupan yang sulit dan menyakitkan, mulai dari mandi, belajar dan makan harus dilakukan bersama-sama.

Foto: Daily Mail

Dilansir Daily Mail, Selasa (3/4/2018), biaya operasi untuk memisahkan mereka diperkirakan mencapai 85.000 poundsterling (Rp 1,6 miliar). Namun ayah si kembar itu, Arnel, tak memiliki uang sebanyak itu karena  ia hanya memiliki penghasilan sekitar 100 ribu rupiah per hari.

loading...

“Saya melakukan apapun sesuai kemampuan saya. Saya bekerja siang malam untuk mengumpulkan dana untuk perawatan anak saya,” kata Arnel.

Foto: Daily Mail

Namun Arnel sadar kalau penghasilannya itu tidak akan pernah mencukupi untuk membayar biaya operasi kedua putrinya itu. Jadi dia meminta pertolongan dari saudara dan donatur yang mau membantunya memberikan dana.

Baca Juga: Menderita Kelainan Kulit, 5 Wanita Ini Justru Jadi Model Sukses

“Saya menghubungi teman, keluarga dan bahkan orang asing untuk mencari bantuan untuk anak perempuan saya. Saya berharap ada seseorang di dunia ini yang akan mendengar permohonannya dan memberikan bantuan.”

Ibu mereka, Sonia (37), mengatakan kalau operasi pemisahan itu memiliki risiko yang besar karena kemungkinan besar salah satu di antara anak kembarnya akan meninggal. Meskipun demikian, ia tetap berkeinginan untuk melakukan prosedur ini untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak demi salah satu putrinya.

Foto: Daily Mail

Tetapi Sonia tetap memiliki harapan besar kalau kedua putrinya tetap akan selamat setelah melakukan operasi. Dia menjelaskan kalau Chiara dan Charina memiliki antusias yang besar dalam belajar, seperti suka mendengarkan cerita dan menggambar.

Dia juga berharap ada ahli medis yang bisa mengoperasi putri kembarnya dengan sangat baik meskipun harapan hidup salah satu di antara mereka sangat kecil. Sekarang, pihak keluarga berharap ada orang baik hati yang mau memberikan dana untuk biaya operasi putri kembarnya.

Chiara terlahir dengan bibir sumbing sehingga ia tidak bisa berbicara, sementara Charina bertugas menafsirkannya. Mereka berdua satu sama lain saling melengkapi.

loading...
Loading...
Loading...