Mozaik

Waspada Jika Anda Merasa Tidak Berdosa Karena Rajin Ibadah

Waspada Jika Anda Merasa Tidak Berdosa Karena Rajin Ibadah

Semakin dekat kita dengan Allah, sejatinya kita akan merasa berlumuran dosa. Meskipun kita rajin beribadah dan beramal saleh serta tidak mendekati maksiat, tetap saja kita merasa jadi manusia paling berdosa.

Contohnya saja Nabi Muhammad, walau beliau adalah seorang Nabi dan sudah mendapat jaminan surga, serta tidak pernah berbuat dosa sekalipun, Rasulullah tetap merasa dirinya berdosa di depan Allah

Setiap hari Rasulullah tak pernah kurang mengucapkan kalimat istighfar sebanyak 70 kali. Kalimat istighfar adalah bentuk permohonan kepada Allah agar dosa-dosa kita diampuni.

Lihatlah, pangkat seorang Nabi saja selalu senantiasa memohon ampunan kepada Allah meski kenyatannya beliau tidak pernah melakukan perbuatan dosa.

Tapi tak sedikit umat Muslim yang merasa tidak punya banyak dosa hanya karena dia rajin sholat dan ibadah lainnya.

“Saya kan rajin ibadah, rajin sholat, tahajud, masa dosa saya banyak, gak mungkin!”

Jika kita mengaku mengikuti jalan Nabi, sedikitnya kita juga akan merasakan apa yang dialami Nabi. Salah satunya merasa berdoa walau kita rajin beribadah dan sudah menjauhi perbuatan dosa.

Ada beberapa kemungkinan kenapa kita merasa tidak berdosa hanya karena kita rajin beribadah dan melakukan amal kebaikan lainnya. Berikut penjelasan lebih rincinya.

Baca Juga: Tangisan Pendosa yang Bertaubat Lebih Mulia Dibandingkan Dzikirnya Orang Sombong

1. Ibadah belum ikhlas sepenuhnya

Setiap ibadah dan amal saleh yang kita lakukan harus sepenuhnya ikhlas karena Allah SWT, bukan atas dasar karena ingin dipuji atau ingin dapat kekayaan dunia.

Jika kita merasa tidak punya dosa, barangkali ibadah yang kita lakukan masih belum ikhlas sepenuhnya. Masih ada sedikit rasa ingin dinilai baik oleh orang lain atau ibadah kita ditujukan hanya untuk mendapatkan kebahagiaan dunia semata.

2. Masih ada kesombongan yang terselip di hati kamu

Bahaya dari rasa tidak memiliki dosa yaitu melahirkan kesombongan. Karena kita merasa tidak punya dosa hanya karena rajin beribadah dan punya banyak ilmu agama, takutnya nanti akan muncul sikap suka menilai keburukan orang lain. Kita merasa bahwa diri kitalah yang paling baik dan benar, sementara yang lain salah.

Ada saja sedikit sombong dalam hati walau sebesar butiran debu, maka dia tidak akan bisa masuk surga, sekalipun dia dulunya rajin beribadah. Sebab pada hakikatnya, ibadah itu melahirkan sikap rendah hati, bukan kesombongan.

Untuk membuang penyakit ini, perbanyaklah intropeksi diri, jangan suka menilai keburukan orang lain, meskipun penilaian itu hanya kamu utarakan dalam hati.

3. Sadarilah bahwa kita manusia yang tidak pernah luput dari dosa

Meskipun kita sudah bisa menghindari dosa-dosa besar seperti mabuk, zina, musyrik dan sebagainya, tapi ingat ada dosa-dosa kecil yang tak sadar kita lakukan setiap hari, setiam jam, setiap menit, bahkan setiap detik.

Walaupun dosa kecil, tapi jika kita biarkan maka nanti akan menumpuk jadi dosa besar. Oleh karena itu jangan sampai kita merasa tidak punya dosa hanya karena Anda sudah bisa menghindari perbuatan dosa-dosa besar.

Contohlah para Nabi yang selalu beristighfar setiap detiknya. Sebab dengan beristighfar dan mengingat Allah, dosa-dosa kita akan berguguran seperti daun yang jatuh dari pohonnya.

Demikian penjelasan kali ini. Semoga pembahasan di atas bisa jadi pelajaran bagi kita semua. Jadilah hamba Allah yang selalu merasa berdosa dan terus beramal saleh karena itu akan menyelamatkannya kelak.

You May Like

Loading...
To Top