Mozaik

Walau Menyakitkan, Meninggalkan Sesuatu Karena Allah Pasti Akan Diganti Dengan Sesuatu yang Lebih Indah

Walau Menyakitkan, Meninggalkan Sesuatu Karena Allah Pasti Akan Diganti Dengan Sesuatu yang Lebih Indah

Aturan dan takdir Allah belum tentu sesuai dengan keinginan kita. Ada kalanya kamu mencintai sesuatu tapi sesuatu yang kamu cintai itu dilarang oleh Allah. Pasti sangat berat rasanya menerima kenyataan seperti itu.

Mau memilih Allah, tapi berat sekali meninggalkan apa yang kamu cintai itu. Mau memilih yang kamu cintai, tapi ada rasa takut juga sama Allah. Pasti tidaklah mudah menentukan pilihan sulit seperti ini.

Bagaimanapun, Allah dan semua ketentuannya harus tetap dinomor satukan di atas segalanya, bahkan di atas kepentingan pribadimu.

Jika sesuatu yang kita cintai ternyata bertentangan dengan Allah, mau tak mau kita harus meninggalkannya jika ingin masuk golongan orang bertaqwa.

Meskipun kita tidak memilih Allah, tapi lebih memilih yang lain, Allah tidak akan melarangnya. Tapi kita akan kehilangan akhirat untuk selama-lamanya, sementara dunia ini hanya sementara.

Namun bagi mereka yang berani meninggalkan sesuatu yang dicintainya karena Allah meskipun itu menyakiti hatinya, yakinlah Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih indah lagi dari sebelumnya.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya tidaklah Engkau meninggalkan sesuatu karena ketakwaan kepada Allah Ta’ala, kecuali Allah pasti akan memberikan sesuatu (sebagai pengganti, pen.) yang lebih baik darinya.” (HR. Ahmad).

Baca Juga: Menangislah Dalam Sujudmu Karena Allah Tidak Akan Kehabisan Cara Untuk Menghapus Kesedihanmu

Jika kita merasa ada dalam pilihan sulit seperti ini, bisa jadi ini adalah cobaan bagimu. Allah sedang mengujimu seberapa cintanya kamu sama Allah atau kamu lebih mencintai selain Allah. Jika kamu bisa melalui ujian ini, Allah akan meningkatkan derajatmu.

Walau menyakitkan, yakinlah Allah pasti akan menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih indah lagi, yang bahkan tidak pernah terpikirkan olehmu sebelumnya.

Kita bisa ambil contoh suri tauladan dari seorang Abu Ubaidah bin Jarrah, salah satu sahabat Nabi yang dijamin masuk surga.

Pada waktu Perang Badar, Abu Ubaidah dihadapkan pada pilihan sulit. Iya harus berhadapan dengan ayahnya sendiri yang masuk golongan kaum Quraisy.

Allah sengaja mempertemukan mereka di medan perang untuk menguji ketaqwaan seorang Abu Ubaidah. Karena rasa cintanya sama Allah begitu besar, Abu Ubaidah rela bertarung dengan ayahnya sendiri dan membunuhnya di medan perang.

Sangat berat bagi Abu Ubaidah untuk membunuh ayahnya sendiri demi membela Islam. Tapi bagaimanapun, Allah dan Rasul-Nya tetap di atas segalanya.

Dia tetap sabar menerima semua ujian ini. Dan karena keikhlasan hatinya, Abu Ubaidah sampai mendapat jaminan masuk surga. Bahkan di dunia sekalipun, Allah memuliakan Abu Ubaidah untuk jadi Gubernur Syam.

Selain Abu Ubaidah, masih banyak contoh suri teladan lainnya yang bisa kita jadikan patokan. Dari sini kita tahu kalau meninggalkan sesuatu karena Allah, pasti akan diganti dengan sesuatu yang lebih mulia.

To Top