in

Untuk yang Suka Menilai Kejelekan Orang Lain, Neraka Adalah Tempatmu

Untuk yang Suka Menilai Kejelekan Orang Lain, Neraka Adalah Tempatmu
Foto: zetizen.com

Melihat kejelekan orang lain memang lebih mudah dibandingkan dengan melihat kejelakan diri sendiri. Sedikit saja kita tahu kejelekan seseorang, kadang kita suka membesarkannya, sedangkan kejelekan diri kita sendiri, walau besar, pasti akan disembunyikan karena takut ketahuan orang lain. Sadarlah, tidak ada manusia yang sempurna, dan janganlah jadi orang yang merasa paling sempurna dengan suka menilai kejelakan orang lain.

Apalagi dengan adanya media sosial, lapangan untuk menilai kejelakan orang semakin luas saja. Buktinya saja di media sosial sering kita lihat banyak orang yang mencaci maki, menjelekan dan bahkan menghina kejelakan yang orang lain lakukan. Jika Anda termasuk orang yang suka menilai kejelekan orang lain, tahu tidak dosa apa yang akan Anda dapatkan?

Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS: Al-Hujurat, ayat 12)

loading...

Baca Juga: Jangan Simpan Kejelekan Orang Lain Dalam Hati, Sekali-Kali Kebaikannya

Dari ayat tersebut, perumpamaan bagi orang yang suka mencari-cari keburukan orang lain dan saling menggunjing satu sama lain yaitu seperti memakan daging saudaranya sendiri yang sudah mati. Dari perumpamaan ini kita tahu kalau suka mencari kejelekan orang lain haram hukumnya sama seperti memakan bangkai.

“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.” (QS: Al-Lahab, ayat 1-5)

Surat Al-Lahab menceritakan salah satu paman Nabi, yaitu Abu Lahab dan istrinya yang akan dimasukan ke dalam neraka karena mereka sangat memusuhi Rasulullah. Mereka berdua adalah orang yang pelit, tukang menyebar fitnah dan suka memicu kerusuhan.

Kayu bakar dalam ayat ke empat surat Al-Lahab itu sebenarnya memiliki makna lain. Menurut tafsir Quraish Shihab, itu berarti penyebar fitnah. Istri Abu Lahab suka menyebarkan fitnah dan memicu bara api di kalangan orang banyak untuk memusuhi Nabi Muhammad.

Baca Juga: 4 Dosa Besar Yang Sering Dianggap Remeh

Orang yang suka menilai kejelekan orang lain lalu menyebarkannya atau orang yang suka memicu kerusuhan, baik itu di dunia nyata atau media sosial tanpa alasan yang jelas dan bertujuan hanya untuk mengolok-ngolok kejelakan orang lain, sama saja dengan sifat istri Abu Lahab. Jika kamu mati dengan membawa penyakit hati ini, kelak kamu akan dimasukan ke dalam neraka.

Saudara-suadara seklian, semakin tinggi tingkat iman dan taqwa kita kepada Allah, maka tak ada waktu sedikitpun untuk memikirkan kejelekan orang dan kita akan lebih suka mengoreksi kesalahan diri sendiri untuk diperbaiki di masa mendatang.

Dari pada sibuk memikirkan keburukan yang dilakukan orang lain, lebih baik kita sibuk mengoreksi diri kita sendiri. Anggap saja kalau kejelekan dalam diri kita sendiri lebih banyak dibandingkan dengan orang lain agar kita tidak termasuk orang yang suka menggunjing dan menyebar fitnah seperti istri Abu Lahab.

loading...
loading...
Loading...
Loading...