in

Tidak Khawatir Umatnya Miskin, Ini yang Sebenarnya Dikhawatirkan Nabi Muhammad

Tidak Khawatir Umatnya Miskin, Ini yang Sebenarnya Dikhawatirkan Nabi Muhammad
Ilustrasi (Foto: hijrahdinda.wordpress.com)

Nabi Muhammad SAW hidup dalam kemiskinan selama menyebarkan Islam. Karena Rasulullah miskin, banyak kaum Quraisy yang mencaci maki dan menghinanya. Padahal bisa saja Rasulullah berdoa kepada Allah agar diberikan kekayaan, tapi nyatanya beliau lebih memilih hidup miskin dibandingkan hidup kaya.

Pernah suatu ketika Nabi Muhammad berkata bahwa dirinya tidak khawatir kalau umatnya hidup dalam kemiskinan. Namun beliau lebih khawatir kalau umatnya hidup terlalu mencintai dunia dan berlomba-lomba mencari kekayaan sampai melupakan urusan akhirat.

Ketika itu Rasulullah mengutus Abu Ubaidah bin Jarrah ke Bahrain untuk mengambil jizyah dari penduduknya. Sebelumnya Nabi Muhammad telah menerima permintaan damai dari penduduk Bahrain.

loading...

Setelah Abu Ubaidah kembali dari Bahrain dengan membawa harta jizyah, para sahabat dari kaum Anshar mendengar kedatangan Abu Ubaidah.

Baca Juga: Patut Dicontoh, Begini Cara Nabi Muhammad Menghadapi Hinaan dari Kaum Kafir!

Mereka pun segera berkumpul sambil melaksanakan sholat subuh bersama Rasulullah. Usai sholat, Rasulullah berkata kepada umatnya, “Aku mengira kalian telah mendengar kedatangan Abu Ubaidah membawa sesuatu dari Bahrain?”

Lalu mereka menjawab, “Benar wahai Rasulullah.”

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Kalau begitu, bergembiralah dan berharaplah memperoleh sesuatu yang melapangkan diri kalian. Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan akan menimpa diri kalian. Akan tetapi, aku khawatir jika dunia ini dibentangkan untuk kalian sebagaimana ia dibentangkan untuk orang-orang sebelum kalian sehingga kalian berlomba sebagaimana mereka berlomba, dan akhirnya kalian hancur sebagaimana mereka hancur.” (HR. Muslim dan al-Bukhari).

Penjelasan dari hadis tersebut, Rasulullah tidak khawatir sama sekali kalau umatnya hidup miskin. Tapi beliau khawatir sekali kalau umatnya terlalu terlena dalam urusan dunia untuk mencari kekayaan.

Baca Juga: Berapa Luas Rumah Nabi Muhammad SAW? Anda Akan Sedih Mengetahuinya

Beliau khawatir umatnya berlomba-lomba dalam mencari kekayaan dan kekuasaan hingga menghalalkan segala cara meskipun itu dilarang oleh Allah SWT. Hingga akhirnya mereka disibukan dalam urusan dunia dan melupakan urusan akhirat. Kemudian mereka akan termasuk golongan orang yang celaka.

Nabi Muhammad sudah tahu kalau kekayaan dunia bisa menggeser kecintaan seseorang terhadap Allah. Oleh sebab itu Nabi Muhammad lebih memilih hidup miskin karena takut kesenangan dan kebahagiaan di dunia membuatnya lupa kepada Allah.

loading...
loading...
Loading...
Loading...