in

Tangisan Pendosa yang Bertaubat Lebih Mulia Dibandingkan Dzikirnya Orang Sombong

Tangisan Pendosa yang Bertaubat Lebih Mulia Dibandingkan Dzikirnya Orang Sombong 1

Selama hayat masih dikandung badan, setiap orang masih memiliki kesempatan untuk bertaubat. Tak peduli seberapa besar dosa yang pernah dilakukannya dulu, tapi jika dia mau bertaubat sungguh-sungguh, Allah pasti akan mengampuninya.

Hanya saja masih ada hamba Allah yang suka menjudge orang yang ingin mulai belajar merubah dirinya ke arah yang lebih baik. Mereka menganggap kalau dosa-dosa orang yang mau bertaubat udah terlanjur besar, kesalahannya sudah tidak bsia dimaafkan dan bahkan mengolok-ngolok mereka yang mulai hijrah.

Baca Juga: 5 Syarat yang Harus Dipenuhi Agar Taubat Kamu Diterima Allah

Ya, itulah rintangan yang kemungkinan besar dihadapi oleh kalian yang ingin mulai belajar memperbaiki diri. Orang lain mungkin akan meremehkanmu, merendahkanmu dan bahkan menghinamu.

Menurut mereka kamu tidak pantas jadi orang baik, dosa-dosa kamu tidak akan diampuni, tidak akan ada yang mempedulikanmu, kamu pantasnya jadi orang buruk saja.

Jika kamu merasa pernah digituin sama orang lain ketika mulai bertaubat, jangan heran karena itu sudah jadi ketentuan Allah. Dan jangan dengarkan omongan mereka, ingatlah yang berhak menentukan diampuni atau tidaknya dosa-dosa kita, hanya Allah saja, bukan manusia.

Sedangkan Allah berfirman akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya meski dosanya tersebut sebanyak buih dilautan. Selama taubatnya bersungguh-sungguh dan tidak pernah putus asa, Allah pasti akan mengampuni dosa-dosa kita.

Baca Juga: Ini Tanda-Tanda Taubat Kita Diterima Allah

Allah itu sangat bahagia ketika melihat hamba-Nya yang dulunya tersesat, kemudian ia menangis dalam sujudnya memohon ampunan.

Jadi jika ada orang yang menghinamu dan menjauhimu ketika kamu mulai belajar berubah, jangan bersedih dan berkecil hati, ingatlah hanya Allah yang berhak mengampunimu, bukan mereka.

Mereka yang memiliki sifat seperti itu adalah orang-orang sombong yang tidak sadar akan kesalahannya sendiri. Meskipun dia rajin beribadah, ribuan dzikir selalu terucap di mulutnya, tapi jika dia sombong, semuanya percuma saja.

Tangisan pendosa yang bertaubat lebih mulai dibandingkan dzikirnya orang-orang sombong.

Jadi teruskan langkahmu untuk terus memperbaiki diri. Anggaplah cacian makian sebagai penebus dosa-dosamu dahulu!

Loading...
Loading...