Mozaik

Tanda Kiamat Sudah Dekat, Orang-Orang Bodoh Dijadikan Pemimpin

Tanda Kiamat Sudah Dekat, Orang-Orang Bodoh Dijadikan Pemimpin

Dalam ajaran Islam, seseorang yang akan dijadikan pemimpin harus betul-betul beriman dan bertaqwa kepada Allah. Sebab, baik atau buruknya masyarakat ditentukan oleh pemimpinnya. Jika pemimpinnya baik, masyarakatnya juga baik, jika pemimpinnya buruk, masyarakatnya juga buruk.

Pemimpin yang baik di mata Islam itu harus takut pada Allah dan tidak cinta dunia. Dia harus bersikap adil dan bijak dalam mengambil keputusan. Hukum harus betul-betul ditegakan tanpa memihak yang kaya dan miskin.

Jangan sampai seseorang yang bodoh dijadikan pemimpin karena dia akan menghancurkan sebuah bangsa secara perlahan. Bodoh di sini maksudnya dia tidak mau mengambil jalan menurut Al-Quran dan Sunnah, serta bertindak semena-mena tanpa memperhatikan kesejahteraan rakyat.

Dulu, Rasulullah SAW pernah mewartakan bahwa diantara tanda-tanda kiamat adalah diserahkannya kepemimpinan kepada orang-orang bodoh yang tidak mau mengambil petunjuk dari Al-Quran dan Sunnah.

Berikut keterangannya

Jabir ibn Abdillah ra meriwayatkan bahwasannya Rasulullah SAW berkata kepada Ka’ab ibn ‘Ajrah, “Semoga Allah melindungi dari kepemimpinan orang bodoh, wahai Ka’ab.” Ka’ab lantas bertanya, “Apakah yang dimaksud kepemimpinan orang-orang bodoh wahai Rasulullah?”

Nabi menjawab, “Sepeninggalanku nanti, akan muncul para pemimpin yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak pula mengambil sunnah-sunnahku. Barangsiapa membenarkan kedustaan mereka serta mendukung kezaliman mereka, maka mereka itu bukan termasuk golonganku dan aku pun bukan bagian dari mereka. Mereka tidak akan dapat mendekati telagaku.

Barangsiapa tidak membenarkan kedustaan mereka dan tidak mendukung kezaliman mereka, maka mereka termasuk golonganku dan aku pun merupakan bagian dari mereka, dan mereka akan mendapatkan bagian dari telagaku.

Wahai Ka’ab ibn ‘Ajrah, puasa adalah perisai, sedekah dapat menghapus kesalahan, dan shalat merupakan kedekatan dan petunjuk. Wahai Ka’ab ibn ‘Ajrah, daging yang tumbuh dari barang haram tidak akan masuk surga, dan neraka lebih utama untuknya. Wahai Ka’ab ibn ‘Ajrah, manusia ada dua, ada yang menyerahkan jiwanya (kepada Allah) dan ada yang membiarkannya atau membinasakannya.” (HR. Ahmad)

Yang dimaksud bodoh dalam hadist di atas adalah pemimpin yang tidak mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Dia sudah tahu mana yang benar dan yang salah, tapi dia lebih memilih jalan yang salah karena menuruti hawa nafsunya.

Pemimpin yang bodoh itu memiliki sifat munafik, mereka seakan berjuang untuk bangsa, padahal dia hanya berjuang untuk keuntungan dirinya sendiri dan golongannya. Dia tidak akan mempedulikan kesejahteraan rakyat.

Ketika sebuah bangsa dipimpin oleh orang-orang munafik yang tidak patuh pada Allah, kezaliman akan merajalela, kemiskinan semakin marak, pembohong dianggap benar, kebaikan dianggap salah dan orang bodoh akan banyak bicara, tapi orang pintar diam saja.

“Hari Kiamat belum akan terjadi sampai nanti kabilah-kabilah dikuasai oleh orang munafik dari kalangan mereka.” (HR. Thabrani).

Mari kita semua berdoa semoga bangsa kita ini dijauhkan dari para pemimpin bodoh yang terlalu cinta dunia dan kekuasaan.

Refrensi: Eramuslim

To Top