in

Suri Teladan Nabi Yusuf yang Sulit Kita Contoh

Suri Teladan Nabi Yusuf yang Sulit Kita Contoh
Ilustrasi (Foto: lovinggrace.org)

Nabi Yusuf adalah putra Nabi Ya’qub yang diberi kelebihan memiliki wajah tampan. Waktu masih kecil, Yusuf pernah dibuang ke dalam sumur oleh 10 saudaranya yang memiliki dengki kepadanya. Kemudian dia ditemukan oleh seorang kafilah, lalu di bawa ke Mesir untuk dijual sebagai budak.

Tak hanya memiliki wajah tampan, Nabi Yusuf juga diberi keunggulan dari sisi kecerdasan dan mampu menakwilkan mimpi. Beliau dikenal sebagai sosok yang sabar dan penyayang. Yusuf bahkan pernah berdoa kepada Allah untuk dijebloskan ke dalam penjara daripada harus tergoda oleh hawa nafsu dari wanita-wanita cantik di Mesir, termasuk Zulaikha.

Dari kisah Nabi Yusuf yang diceritakan dalam Al-Quran, ada banyak suri teladan yang bisa kita petik. Namun mencontoh sifat-sifat baik Nabi Yusuf tampaknya bakalan sulit jika kita tidak memiliki iman yang kuat.

Baca Juga: Gambaran Ketampanan Nabi Yusuf Yang Membuat Wanita Lupa Rasanya Sakit

1. Tidak sombong atas semua keunggulan yang dimilikinya

Memiliki wajah sangat tampan dan kecerdasan, membuat Nabi Yusuf dikagumi oleh banyak orang. Pujian demi pujian selalu dilontarkan kepada Nabi Yusuf, tapi apa yang dikatakannya ketika mendapatkan semua pujian itu? Nabi Yusuf mengatakan kalau dia tidak pantas mendapatkan semua pujian itu, yang mentas dipuji hanyalah Allah.

Bahkan tidak ada sedikitpun dalam hati Nabi Yusuf merasa senang dan bangga ketika mendapatkan pujian dari orang lain. Sifat rendah hatinya membuatnya jadi sosok yang tidak sombong dan menganggap semua pujian itu hanyalah milik Allah.

Tapi berbeda dengan kita saat mendapat pujian, kadang dalam hati kita merasa bangga dan pantas mendapatkan pujian itu. Sifat seperti itulah yang bisa membuat seseorang jadi sombong. Namun ketika mendapatkan pujian, seharusnya kita sadar bahwa semua pujian itu semata-mata hanya untuk Allah. Kalau gak percaya, maknai saja kalimat “Alhamdulillah (Segala puju bagi Allah). Pantas saja para Nabi kadang tidak merasa senang ketika mendapat pujian dari orang lain.

2. Lebih memilih dipenjara daripada kehilangan Allah

Godaan dari wanita secantik Zulaikha dan wanita-wanita Mesir lainnya membuat Nabi Yusuf ketakutan akan terjerumus dalam perbuatan dosa. Oleh sebab itu, Nabi Yusuf pernah berdoa kepada Allah untuk lebih memilih dipenjara saja daripada harus terpengaruh oleh hawa nafsu dan harus kehilangan Allah.

Hingga akhirnya Allah mengabulkan permintaan Nabi Yusuf, dan dia pun sempat mendekam di penjara selama 10 tahun lebih karena difitnah oleh Zulaikha yang ingin menundukkan Nabi Yusuf.

Seandainya kita yang berada di posisi Nabi Yusuf, mampu tidak kita membendung segala godaan dari wanita-wanita cantik? Boro-boro ingin dipenjara untuk terhindar dari perbuatan maksiat, kita mungkin lebih suka bila banyak wanita cantik menggoda kita.

Dari sini kita tahu, Nabi Yusuf menganggap bahwa ketampanan wajahnya adalah cobaan juga dari Allah. Bedanya Nabi Yusuf sadar kalau kelebihan yang dimilikinya bisa menjerumuskannya ke dalam perbuatan dosa, sementara kita malah enak-enak saja mengandalkan kelebihan untuk melakukan perbuatan dosa.

3. Pemimpin yang baik dan adil

Setelah keluar dari penjara, Nabi Yusuf diangkat jadi bendahara Mesir oleh Raja Mesir yang kagum akan akhlaknya yang baik dan terhormat. Ketika itu Raja Mesir memberikan kekuasaan kepada Nabi Yusuf untuk mengatur urusan negara.

Sebagai orang nomor dua di Mesir, Nabi Yusuf menjalankan kepemimpinannya untuk menyelamatkan rakyat yang miskin. Sebailknya Nabi Yusuf berhasil menjatuhkan orang-orang kaya yang suka menimbun harta dan beliau juga memerdekakan semua budak yang ada di Mesir. Karena kepemimpinannya yang adil, seluruh rakyat Mesir menghormati Nabi Yusuf dan bahkan Raja Mesir sekalipun kagum terhadapnya.