in ,

Saat Usiamu Sudah Tua, Semua Kesuksesan yang Kamu Raih Hanyalah Ilusi

Kita mungkin sekarang masih muda yang jiwanya masih dipenuhi dengan impian-impian indah. Bermimpi jadi orang yang sukses dan punya segalanya, rumah besar, mobil mewah, istri yang cantik, keluarga yang bahagia. Kita berharap bisa hidup sampai tua agar bisa merasakan kebahagiaan ini lebih lama lagi.

Ketahuilah, ketika usia kita sudah tua, segalanya akan nampak jadi lebih jelas. Kita sudah mendapatkan semuanya, semua hal yang kita impikan dulu, cinta yang didambakan, kesuksesan serta anak dan cucu. Namun entah kenapa, di usia seperti ini, semua yang telah kita miliki itu seolah tak ada artinya selain kenangan indah yang tertinggal dulu.

loading...

Kita sudah mendapatkan apa yang kita inginkan dulu, seharusnya kita merasa puas dan tenang, tapi entah kenapa semuanya itu malah membuat hati terasa hampa. Secara perlahan kita mulai menyadari bahwa di usia tua ini kita tinggal menunggu ajal menjemput.

Baca Juga: Ratapan Pilu Anak Punk, Anak-Anak yang Kehilangan Arah Karena Orang Tuanya

Semuanya malah terasa hampa.

Cinta yang dulu didambakan, maut telah menjemputnya lebih dulu. Kesuksesan yang sudah kita raih, tak akan kita rasakan lagi jika maut sudah mengetuk pintu. Tumpukan harta yang sudah dikumpulkan tak bisa mengembalikan masa mudamu kembali. Tubuh yang sudah lemah ini sudah tidak bisa lagi menikmati semua kebahagiaan yang telah diraih.

Kamu mulai bertanya-tanya dalam hati, “Apakah aku akan segera meninggalkan semua ini untuk selama-lamanya? Jika aku mati kelak, apakah semua ibadahku akan diterima? Tidak, sebagian besar hidupku telah kuhabiskan hanya untuk mencari kebahagiaan dunia seolah aku akan hidup selamanya. Sementara ibadah aku tinggalkan.”

Saat memikirkan hal itu, bulu kuduk tiba-tiba merinding dan hati terasa takut. “Bagaimana caraku agar selamat nanti, bagaimana caraku taubat? Jauh dalam lubuk hati, aku takut akan kematian karena aku merasa jauh dari Tuhan.”

Saat usiamu masih muda, kamu bahkan tak mempedulikan urusan ibadah. Kamu lebih suka menunda-nunda taubat. “Nanti saja taubatnya, mudah itu, yang penting sekarang sukses dulu.” Kenyataannya, taubat itu tak sesederhana seperti yang kamu pikirkan dulu.

Baca Juga: Ajal Tidak Akan Menunggu Datangnya 5 Perkara Ini

Segala sesuatu butuh ilmu, termasuk urusan ibadah. Sekarang ketika kamu dikejar oleh waktu seolah kematian berada di belakangmu, kamu berharap masih memiliki waktu untuk beribadah.

“Oh Tuhan ku, sekarang aku sadar kenapa Engkau membiarkanku hidup sampai setua ini. Engkau ingin menunjukkan kepadaku bahwa semua kebahagaian di dunia ini hanyalah kehampaan dan ilusi belaka. Semua itu pasti akan aku tinggalkan kelak. Semua tumpukan harta, anak, cucu dan segala kesuksesan yang sudah aku raih tidak bisa mengisi lubang di hatiku ini.”

Jangan sia-siakan umurmu yang tersisa untuk mencari yang tidak pasti.

Dan kalian yang membaca ini, kalian mungkin belum tua atau bahkan belum berkeluarga. Jangan habiskan masa mudamu untuk mencari sesuatu yang belum pasti kamu dapatkan karena kamu belum tentu bisa hidup sampai tua.

Ingatlah bahwa hal yang paling dekat dengan kita itu kematian, bukan kesuksesan, kekayaan, keluarga yang bahagia. Andai kata kamu bisa hidup sampai tua dan meraih semua yang kamu inginkan, begitulah hasilnya, kehampaan akan mengisi hati kamu. Tumpukan harta dan keluarga yang kamu cintai tak akan bisa mengatasi kehampaan di hatimu.

Gunakanlah sisa hidupmu untuk beribadah dan berbuat kebaikan agar kelak di akhirat nanti kita pantas diselamatkan.

loading...
Loading...
Loading...