in

Rumah Laba-Laba Seperti Manusia yang Berlindung Kepada Selain Allah

Rumah Laba-Laba, Perumpamaan Bagi Manusia yang Berlindung Kepada Selain Allah
Foto: abufairuz.com

Al-Quran dengan jelas menerangkan bahwa Allah adalah satu-satunya tempat kita berlindung, meminta segala sesuatu, memohon ampunan dan hanya Allah saja yang patut disembah. Barangsiapa yang menyembah atau meminta pertolongan kepada selain Allah, seperti ke dukun, kuburan, dan sebagainya, maka orang tersebut termasuk golongan musyrik. Dan siapa saja yang mati dalam keadaan musyrik, maka dia kekal di dalam neraka.

Siksaan bagi orang-orang musyrik tak hanya nanti di akhirat, di dunia pun dia akan merasakan siksaan yang pedih. Hatinya akan selalu gelisah, takut mati karena terlalu cinta pada dunia, tidak menerima takdir, dan hidupnya penuh dengan tipu daya.

Dalam surat Al-Ankabut, ayat 41, Allah menerangkan perumpamaan bagi golongan manusia yang berlindung dan tunduk kepada selain Allah seperti rumah laba-laba.

loading...

“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.” (QS: Al-Ankabut, ayat 41)

Baca Juga: 3 Perkara yang Mengikuti Mayit ke Kuburan, Dua Pulang, Satu Ikut

Kenapa rumah laba-laba dijadikan perumpamaan? Rumah laba-laba berupa jaring yang digunakan untuk menangkap mangsa, dianggap sebagai rumah paling lemah. Sejatinya rumah itu mampu melindungi penghuninya dari panasnya sinar matahari, meneduhkan ketika ada hujan, dan melindungi penghuninya dari udara dingin.

Tapi rumah laba-laba, ketika panas maka akan kepanasan, ketika hujan maka akan kehujanan. Yang pada akhirnya laba-laba tetap mencari perlindungan di tempat lain, seperti di bawah batang pohon atau dedaunan.

Baca Juga: Kisah Asiyah, Istri Firaun Ibu Angkat Nabi Musa yang Dijamin Masuk Surga

Begitupun dengan orang musyrik, ketika datang nikmat, dia akan lupa bersyukur dan seolah dia sendiri yang mendapatkannya. Ketika datang susah, hatinya akan gelisah dan menganggap semua cobaan adalah derita baginya. Tidak ada ketenangan sedikit pun dalam hatinya, seperti laba-laba yang kepanasan dan kehujanan dalam rumahnya sendiri.

Namun bagi orang-orang beriman yang menjadikan Allah satu-satunya Tuhan yang patut disembah dan dijadikan pelindung, hatinya akan tenang baik itu ketika senang maupun susah. Hatinya akan ikhlas menerima segala macam kehendak Allah karena dipenuhi rasa syukur dan percaya bahwa Allah akan selalu melindunginya.

Buatlah istana iman dalam hati seperti gedung-gedung yang kokoh yang mampu melindungi Anda dari berbagai macam cobaan hidup. Jangan memiliki iman seperti rumah laba-laba, yang sama sekali tidak bisa melindungi Anda dari kemewahan dunia yang melupakan dan kesengsaraan yang melelahkan.

loading...
loading...
Loading...
Loading...