in

Puisi WS Rendra Ini Bikin Merinding Bacanya, Kamu Akan Merasa Banyak Dosa!

Puisi WS Rendra Ini Bikin Merinding Bacanya, Kamu Akan Merasa Banyak Dosa!

Willibrordus Surendra Broto Rendra atau akrab disapa WS Rendra adalah seorang sastrawan terkenal sepanjang sejarah Indonesia. Beliau terkenal dengan puisi-puisinya yang memiliki makna mendalam tentang kehidupan kita dalam bermasyarakat dan beragama. Meski beliau sudah wafat, namun puisinya tetap dikenang sampai sekarang dan sudah menginspirasi jutaan orang di seluruh Indonesia.

Contohnya puisi yang satu ini yang menceritakan tentang kehidupan ini. Menurut Wow Menariknya, puisi ini begitu menyentuh hati sekaligus menggambarkan sifat kita yang ternyata begitu tamak terhadap Allah. Membaca puisi ini, hati kamu akan bergetar dan merasa kalau kamu seperti orang yang diceritakan dalam puisi ini.

Berikut puisinya:

loading...

Hidup itu seperti UAP, yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap
Ketika Orang memuji MILIKKU
Aku berkata bahwa ini HANYA TITIPAN saja

Bahwa mobilku adalah titipan-NYA
Bahwa rumahku adalah titipan-NYA
Bahwa hartaku adalah titipan-NYA
Bahwa putra-putriku hanyalah titipan-NYA
Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya

Mengapa Dia menitipkannya kepadaku?
Untuk apa Dia menitipkan semuanya kepadaku.
Dan kalau bukan milikku, apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik-NYA ini?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-NYA?
Malahan ketika diminta kembali
Kusebut itu MUSIBAH
Kusebut itu UJIAN
Kusebut itu PETAKA
Kusebut itu apa saja

Untuk melukiskan bahwa semua itu adalah DERITA
Ketika aku berdo’a
kuminta titipan yang cocok dengan kebutuhan duniawi
Aku ingin lebih banyak HARTA
Aku ingin lebih banyak MOBIL
Aku ingin lebih banyak RUMAH
Aku ingin lebih banyak POPULARITAS

Dan kutolak SAKIT,
Kutolak KEMISKINAN
Seolah semua DERITA adalah hukuman bagiku.
Seolah KEADILAN dan KASIH-NYA harus berjalan seperti penyelesaian matematika
Dan sesuai dengan kehendakku

Aku rajin beribadah
Maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku
Dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku

Betapa curangnya aku
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagangku
Dan bukan sebagai Kekasih
Kuminta Dia membalas perlakuan baikku

Dan menolak keputusan-Nya yang tidak sesuai dengan keinginanku
Duh ALLAH
Padahal setiap hari kuucapkan,
Hidup dan matiku hanyalah untuk-Mu ya Allah, ampuni aku Ya Allah

Mulai hari ini
Ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur
Dalam setiap keadaan
Dan menjadi bijaksana,

Mau menuruti kehendak-MU saja Ya Allah
Sebab aku yakin
Eengkau akan memberikan anugerah dalam hidupku

Kehendakmu adalah yang terbaik bagiku
Ketika aku ingin hidup KAYA
Aku lupa
Bahwa HIDUP itu sendiri
Adalah sebuah KEKAYAAN

Ketika aku berat utk MEMBERI,
Aku lupa
Bahwa SEMUA yang aku miliki
Juga adalah PEMBERIAN

Ketika aku ingin jadi yang TERKUAT
Aku lupa,
bahwa dalam KELEMAHAN
Tuhan memberikan aku KEKUATAN

Ketika aku takut RUGI
Aku lupa
bahwa HIDUPKU adalah
Sebuah KEBERUNTUNGAN
kerana Anugerah-Nya

Ternyata hidup ini sangat indah, ketika kita selalu BERSYUKUR kepada-Nya

Bukan karena hari ini INDAH kita BAHAGIA
Tetapi karena kita BAHAGIA
maka hari ini menjadi INDAH

Bukan karena tak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS
Tetapi karena kita optimis, RINTANGAN akan menjadi tak terasa

Bukan karena MUDAH kita YAKIN BISA
Tetapi karena kita YAKIN BISA
Semuanya menjadi MUDAH

Bukan karena semua BAIK kita TERSENYUM
Tetapi karena kita TERSENYUM, maka semua menjadi BAIK

Tak ada hari yang MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yang membuat SULIT
Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar
Cukuplah menjadi JALAN SETAPAK
Yang dapat dilalui orang
Bila kita tidak dapat menjadi matahari
Cukuplah menjadi LENTERA
Yang dapat menerangi sekitar kita,

Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang,
Maka BERDOALAH untuk kebaikan

Indahnya puisi yang ditulis WS Rendra ini. Semoga bisa jadi renungan buat kita semua.

loading...
loading...
Loading...
Loading...