in

Nabi Yusuf, Satu-Satunya Manusia yang Memilih Penjara Ketimbang Wanita Rupawan

Nabi Yusuf, Satu-Satunya Manusia yang Memilih Penjara Ketimbang Wanita Rupawan
Ilustrasi dalam film Yousef e Payambar - Foto: iMBb

Nabi Yusuf adalah nabi yang dianugrahi wajah sangat tampan. Menurut sebuah riwayat, 50 persen ketampanan dimiliki oleh Nabi Yusuf, 25 persen oleh Nabi Muhammad dan 25 persen sisanya dibagikan pada seluruh laki-laki di dunia. Gak kebayang bukan betapa tampannya Nabi Yusuf? Maka tak heran jika pada masanya, banyak wanita rupawan yang terpikat dengan pesona Nabi Yusuf meskipun hanya melihat sekilas.

Beliau adalah putra ke-11 Nabi Yaqub yang paling disayang. Mereka tinggal di daerah Kanaan yang sekarang meliputi Palestina dan Lebanon. Nabi Yaqub terlalu menyayangi Yusuf hingga membuat sepuluh saudaranya iri. Kemudian mereka bersekongkol untuk membuang Yusuf ke dalam sumur. Setelah dibuang, Yusuf ditemukan oleh seorang pedagang yang menjualnya sebagai budak di Mesir.

Yusuf yang ketika itu masih berusia 11 tahunan dibeli oleh seorang pria terpandang dan kaya raya di Mesir. Dalam Al-Quran, pria tersebut diberi julukan Al-Aziz yang berarti terhormat atau dalam sejarah Mesir kuno, nama itu adalah julukan untuk bangsawan Mesir yang hidup pada masa Nabi Yusuf.

loading...

Al-Aziz sendiri memiliki seorang istri yang cantik jelita bernama Zulaikha. Pasangan itu kemudian mengangkat Nabi Yusuf sebagai putra angkatnya karena sangat tampan dan juga cerdas. Nabi Yusuf tumbuh dewasa dalam istana yang sangat megah. Bahkan seluruh orang dalam istana sangat mengaggumi sosok Yusuf.

Namun seiring bertambahnya usia, ketampanan Nabi Yusuf semakin menjadi-jadi sampai membuat Zulaikha jatuh cinta padanya. Zulaikha pun mulai menyusun siasat untuk mendapatkan Yusuf. Dan disinilah cobaan berat mulai menimpa Nabi Yusuf.

Baca Juga: Suri Teladan Nabi Yusuf yang Sulit Kita Contoh

Suatu ketika, Zulaikha memanggil Yusuf untuk menghadapnya di dalam sebuah kamar yang memiliki tujuh koridor dan tujuh pintu. Ketujuh pintu itu pun dikunci hingga membuat Yusuf curiga. Benar dugaannya, Zulaikha pun mulai merayu Yusuf.

Namun Yusuf menolak permintaan tersebut. Atas izin Allah, tujuh pintu yang tadinya terkunci, terbuka dengan sendirinya, dan Nabi Yusuf pun segera pergi melarikan diri keluar ruangan. Pas di pintu terakhir, tangan Zulaikha merobek bagian baju belakang Nabi Yusuf. Secara kebetulan pula, di luar sudah ada suami Zulaikha.

Keduanya segera dimintai keterangan dan Zulaikha langsung memfitnah Nabi Yusuf bahwa dia telah merayunya. Namun seorang pelayan berani bersaksi dan mengatakan bahwa Nabi Yusuf tidak bersalah karena bagian belakang bajunya robek.

Karena rasa sayangnya, Al-Aziz tidak menghukum Zulaikha walau ia bersalah. Dia hanya meminta kepada seluruh orang yang menyaksikan kejadian tersebut untuk tutup mulut dan jangan sampai kejadian ini tersebar luas.

Akan tetapi peristiwa itu malah tersebar, hingga seluruh wanita di kota mengetahui bahwa Zulaikha telah merayu budaknya sendiri. Kesal dengan cacian wanita-wanita Mesir, Zulaikha pun mengadakan sebuah pesta untuk membuktikan bahwa dia tidak merayu pria biasa-biasa saja.

Wanita-wanita bangsawan yang terkenal dengan kecantikannya menghadiri pesta yang diadakan Zulaikha. Sekedar untuk pengetahuan, Zulaikha adalah wanita paling cantik di Mesir ketika itu. Sungguh menakjubkan bukan Nabi Yusuf bisa terlepas dari rayuan wanita secantik Zulaikha?

Para tamu kemudian dipersilahkan untuk memotong buah-buahan yang ada di depannya dengan menggunakan pisau. Ketika para wanita itu sedang fokus memotong buah, Zulaikah langsung memanggil Yusuf untuk menghampirnya. Seketika, semua pandangan wanita Mesir tertuju pada Yusuf.

Baca Juga: Percakapan Nabi Yaqub dengan Malaikat Maut Tentang Tanda Kematian

Alangkah terkejutnya mereka melihat ketampanan Nabi Yusuf. Saking terpesonanya melihat ketampanan Nabi Yusuf, para wanita itu sampai tak sadar telah mengiris tangannya sendiri tanpa merasakan rasa sakit. Ketika Nabi Yusuf pergi meninggalkan aula, baru mereka merasakan rasa sakit.

Zulaikha sukses membuktikan bahwa dirinya tidak terlalu bersalah karena telah merayu Nabi Yusuf. Para wanita Mesir dan Zulaikha jadi bersekongkol untuk mendapatkan Nabi Yusuf, namun semua usaha mereka gagal.

Tak ada pilihan lain, Zulaikha mengancam Yusuf dengan penjara jika dia tidak mau menuruti kehendaknya. Merasa letih dengan rayuan wanita-wanita rupawan, Nabi Yusuf mengangkat doa kepada Allah, “Wahai Tuhanku! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk memenuhi keinginan mereka dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.” (QS: Yusuf, ayat 33).

Allah pun mengabulkan doa Nabi Yusuf dan telah menjauhkannya dari tipu daya wanita Mesir. Nabi Yusuf ditahan selama 10 tahun di dalam sebuah penjara mengerikan di Mesir ketika itu. Di dalam penjara itulah, beliau diangkat jadi Nabi dan mulai menyebarkan agama Allah dari dalam penjara.

Nabi Yusuf memilih dipenjara karena dia takut tergoda oleh wanita-wanita Mesir yang cantik jelita. Dia takut kehilangan Allah hanya karena kenikmatan sesaat. Lebih baik dipenjara tapi tidak kehilangan Allah.

Menurut akal, memang sulit dipercaya ada orang yang lebih memilih dipenjara daripada harus memilih wanita-wanita cantik. Tapi menurut iman dalam hati, semua itu mustahil dilakukan.

loading...
loading...
Loading...
Loading...