in

Memerangi Hawa Nafsu Adalah Jihad Terberat dan Terbesar

Memerangi Hawa Nafsu Adalah Jihad Terbesar dan Terberat

Maraknya aksi terorisme di berbagai negara membuat banyak orang salah paham dalam mengartikan tentang jihad. Mereka menganggap kalau jihad adalah bentuk perlawanan terhadap suatu golongan yang dianggap memiliki perbedaan paham. Padahal sebenarnya Islam tidak memerintahkan hal demikian.

Loading...

Islam adalah agama yang membawa rahmat bagi semua manusia, termasuk bagi hewan, bumi dan semua manusia dari berbagai macam etnis dan agama. Namun nyatanya banyak yang salah mengartikan jihad antara zaman Nabi Muhammad dan zaman sekarang.

Pada masa Rasulullah, umat Muslim memang berjihad memerangi kaum musyrik. Akan tetapi perang tersebut adalah bentuk pembelaan diri terhadap serangan dan ancaman kaum musyrik yang terus menyakiti kaum Muslim ketika itu.

Baca Juga: Kenapa Seseorang Bisa Jadi Teroris?

loading...

Ada banyak peperangan yang sudah dilalui Rasulullah ketika itu dan perang yang paling berat yakni Perang Uhud. Dalam perang tersebut, kaum Muslim mengalami kekalahan dari kaum jahiliyah. Namun berkat pertolongan dari Allah, umat Muslim ketika itu bisa bangkit lagi setelah mengalami keterpurukan.

Suatu ketika, Rasulullah pernah berkata kepada para sahabat bahwa ada perang yang jauh lebih berat lagi dibandingkan dengan Perang Uhud. Sontak saja perkataan Rasulullah membuat para sahabat terkejut ketakutan mengingat betapa dahsyatnya Perang Uhud ketika itu. Kemudian para sahabat bertanya perang seperti apa lagi yang dimaksud Rasulullah? Lalu Rasulullah menjawab yaitu perang melawan hawa nafsu.

“Kita baru kembali dari satu peperangan yang kecil untuk memasukan peperangan lebih besar. Sahabat terkejut dan bertanya, ‘Peperangan apakah itu wahai Rasulullah?’ Baginda berkata, ‘Peperangan melawan hawa nafsu’.” (Riwayat Al Baihaqi).

Masing-masing dari kalian jika bertanya dalam hati, pasti tahu sendiri bagaimana beratnya melawan hawa nafsu bukan. Selalu saja ada halangan setiap kali kita mau melakukan ibadah dan kebenaran. Malas, asal-asalan dalam beribadah, terlalu terlena dengan urusan dunia, dan banyak melakukan dosa yang dianggap sepele adalah tanda kita belum mampu memerangi hawa nafsu.

Banyak orang yang awalnya beriman tapi pada akhirnya termasuk golongan orang celaka karena di akhir hidupnya terlalu banyak mengikuti keinginan nafsu. Bahayanya lagi, hawa nafsu bisa menghilangkan iman dan Islam dalam diri seseorang tanpa disadari.

Pantas saja jika Rasulullah menyebut kalau jihad melawan hawa nafsu adalah perang yang paling berat dan akan terus berlangsung selama kita hidup di dunia ini.

Sekarang kita bukan berada pada masa peperangan seperti zaman Rasulullah dulu. Kita berada dalam keadaan yang damai di mana tidak ada ancaman untuk melakukan ibadah. Jadi, jihadlah melawan hawa nafsu kalian masing-masing, jangan terlalu sibuk memikirkan keburukan orang lain, tapi pikirkan keburukan dan dosa diri sendiri.

loading...
Loading...
Loading...