Mozaik

Larangan Berlebihan Memuji Nabi Muhammad SAW

Larangan Berlebihan Dalam Memuji Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW adalah panutan bagi setiap muslim di seluruh dunia. Beliau adalah orang yang paling berjasa dalam menyebarkan agama Islam, berkat jasanya, kita bisa mengenal Islam dan dapat petunjuk untuk mencapai keridhoan Allah.

Rasulullah terkenal punya akhlak yang baik, suka menolong, lekat ibadahnya dan tidak pernah melakukan dosa. Maka tak heran jika umat muslim begitu menyanjung Rasulullah.

Karena begitu mengidolakan Rasulullah, sebagian umat muslim betul-betul ada yang mengikuti jejak Rasulullah tanpa mencampur adukannya dengan kebathilan. Namun ada juga yang mengaku sebagai pengikut Nabi dan suka memuji-muji Nabi, tapi dia suka mencampurkan hak dan kebathilan.

Baca Juga: Jangan Jadi Orang Yang Selalu Ingin Dipuji, Tapi Jadilah Orang Yang Terpuji

Lalu bagaimana hukum berlebihan dalam memuji Nabi? Kita sebagai umat Islam wajar-wajar saja menyanjung Rasulullah, memujinya dan mengidolakannya. Karena dengan menyanjungnya, kita lebih condong untuk mencontoh Rasulullah.

Tapi ada satu hal yang perlu kita perhatian, yaitu jangan terlalu berlebihan dalam memuji Nabi Muhammad SAW. Sebab ada hadis shahih yang menjelaskan larangan berlebihan dalam memuji Nabi.

Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memujiku, sebagai mana orang-orang Nasrani telah berlebih-lebihan memuji Isa putra Maryam. Aku hanya hamba Allah, maka katakanlah, ‘Abdullah wa Rasuuluhu (hamba Allah dan Rasul-Nya)’.” (HR. Al-Bukhari no. 3445).

Nabi dengan tegas melarang umatnya untuk tidak berlebihan dalam memujinya, sebab Nabi juga tetap hamba Allah, hanya Allah semata yang berhak mendapat pujian. Ingatlah kalimat Alhamdulillah yang artinya ‘segala puji milik Allah’.

Jangan sampai seperti orang Nasrani yang terlalu berlebihan memuji Nabi Isa karena mukjizat-mukjizatnya. Karena terlalu berlebihan, orang Nasrani sampai menganggap Nabi Isa itu anak Tuhan.

Mereka lupa bahwa hanya Allah saja yang berhak disembah dan mengingkari perkataan Nabi Isa bahwa Allah itu tidak beranak dan tidak pula dipernakan.

Baca Juga: Apa Warna Pakaian yang Paling Disukai Rasulullah SAW?

Begitulah akibat dari berlebihan dalam memuji seseorang. Ketika kita terlalu berlebihan dalam memuji seseorang, hati kita secara tidak sadar sudah menomor satukan orang itu, sementara Allah dilupakan begitu saja.

Baik Nabi Muhammad atau Nabi Isa, mereka tetap hamba Allah, mereka tidak akan mampu berbuat apa-apa tanpa ada izin dari Allah. Ingatlah segala puji itu milik Allah semata, hanya saja para Nabi sudah mendapatkan pujian dari Allah karena ketaatan mereka.

Pujilah Allah terus menerus karena Allah tidak pernah berhenti memberikan nikmat kepada kita, mulai dari nikmat berkedip, nikmat sehat, bisa menghirup udara secara gratis hingga bisa melakukan hal lainnya. Jadikanlah Allah di atas segalanya di hatimu, bahkan melebihi Nabi, istri dan anak-anakmu.

Menjelang peringatan maulid Nabi ini, maka dari itu kita seharusnya jangan terlalu berlebihan dalam memuji Nabi Muhammad. Andaikan Rasulullah masih hidup sekarang, Rasulullah pasti tidak ingin dipuji-puji, Rasulullah hanya ingin kita mengikuti semua anjurannya dan menjauhi semua larangannya.

Tidak ada gunanya jika kita terus-terusan memuji Nabi tapi kita sendiri masih suka melakukan perbuatan syirik dan mengikuti hawa nafsu. Kita hanya akan berakhir sebagai penghuni neraka.

Boleh saja kita takjub pada Nabi, tapi rasa takjub itu harus dibarengi dengan mencontohnya, bukan membangkangnya.

To Top