in

Kisah Panglima Romawi yang Masuk Islam dan Mati Syahid

Kisah Panglima Romawi yang Masuk Islam dan Mati Syahid
Ilustrasi (Foto: islamkajian.wordpress.com)

Pada 636 Masehi, terjadilah Perang Yarmuk antara kaum Muslim melawan kekaisaran Romawi di perbatasan Syiria atau sekarang lebih kita kenal sebagai Suriah. Di bawah pimpinan Khalid bin Walid, pasukan Muslim yang berjumlah hanya 39 ribu prajurit dengan gagah berani melawan pasukan Romawi yang jumlahnya mencapai 240 ribu prajurit.

Ketika itu pasukan Muslim berhasil membuat pasukan Romawi kewalahan. Sang panglima dan komandan pasukan Romawi, Gregorius Theodorus, dibuat terkesan dengan keberanian pasukan Islam dan pemimpinnya, Khalid bin Walid. Namun Gregorius tidak ingin pasukannya terus berjatuhan hingga akhirnya ia mengajak Khalid untuk bertarung satu lawan satu.

Duel antara dua panglima ini pun terjadi dengan disaksikan oleh kubu kedua belah pihak. Khalid menguasai pertarungan itu sampai tombak baja yang digunakan Gregorius patah oleh pedangnya. Sontak saja hal itu membuat Gregorius terkejut dengan hati dipenuhi rasa kagum akan kehebatan Khalid.

loading...

Saat itu, Khalid bisa saja menyelesaikan pertarungan dengan menebas lawannya, tapi kegarangannya di medan perang tidak sampai melupakan kelembutan hatinya. Kahlid masih memberikan kesempatan kepada Gregorius.

Merasa heran kenapa Khalid tidak segera membunuhnya, Gregorius pun kemudian mengajukan pertanyaan kepada Khalid. Dengan lapang dada, Khalid pun mau menjawab pertanyaan Gregorius meski sebenarnya mereka sedang bertarung.

Foto: mazhab

“Ya Khalid, katakan dengan sejujur-jujurnya dan jangan bohongi saya. Apakah benar Allah telah menurunkan Nabi dengan membawa pedang dari langit, lalu menyerahkannya kepada kamu, sehingga kamu mendapat julukan ‘Saifullah (Pedang Allah)’? Setiap pedang itu dihunus, tidak akan ada lawan yang tidak tunduk,” tanya Gregorius.

“Semua itu tidak benar,” jawab Khalid dengan singkat sambil menangkis pedang Gregorius.

“Lalu kenapa kamu dijuluki Saifullah?” Gregorius kembali bertanya.

Keduanya kemudian menghentikan pertempuran dan melanjutkan dialog mereka. Lalu Khalid menjawab:

“Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Mulia mengutus seorang Nabi kepada kami. Semula kami menentangnya dan memusuhinya. Tapi sebagian dari kami mengimani dan mengikutinya. Aku termasuk yang mendustainya, tetapi kemudian Allah menurunkan hidayah ke dalam hatiku. Aku beriman dan menjadi pengikutnya.”

“Rasulullah SAW berkata kepadaku: ‘Ya Khalid, engkau adalah sebuah pedang di antara sekian banyak pedang Allah yang terhunus untuk melawan kaum musyrik’ Beliau mendoakan saya¬† supaya tetap menang. Karena itulah aku dijuluki Saifullah.”

Baca Juga: Inilah 5 Jendral Muslim Paling Ditakuti di Medan Perang

Gregorius pun percaya dengan jawaban Khalid dan kemudian bertanya lagi kepadanya, apa tujuannya berperang? Khalid pun menjawab: “Kami ingin mengajak kalian bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang patut disembah dan mengakui bahwa Muhammad itu utusan Allah dan mempercayai bahwa semua ajaran itu berasal dari Allah.”

“Bagaimana jika seseorang tidak mau menerimanya,” tanya Gregorius.

“Membayar jizyah, mengakui kepemimpinan Islam, dan setelah itu kami berkewajiban menjamin hak miliknya, jiwanya dan juga agama yang dianutnya,” jawab Khalid.

“Bagaimana bila ia tidak mau menerimanya,” tanya Gregorius.

“Maka pilihan terakhir adalah perang,” jawab Khalid dengan singkat dan jelas.

Jawaban Khalid tampaknya membuat Gregorius semakin penasaran dengan Islam. Hingga ia kembali lagi bertanya kepada Khalid. “Bagaimanakah kedudukan orang yang menerima Islam pada hari ini?”

Khalid menjawab: “Di hadapan Allah, kita semua sama, baik dia orang kuat, orang yang lemah, tak peduli apakah masuk Islam lebih dulu atau belakangan.”

“Ya Khalid, jadi orang yang menerima Islam hari ini sama kedudukannya dengan yang lebih dulu memeluk Islam?”

“Benar, bahkan lebih!”

“Mengapa bisa begitu ya Khalid, padahal kamu sudah lebih dulu memeluk Islam?”

Khalid pun menjawab dengan hati yang lembut: “Kami memeluk Islam dan berbai’at (janji) dengan Rasulullah. Beliau hidup bersama kami, dan kami melihat sendiri kebenaran dan mukjizat-mukjizat nya sampai beliau wafat.”

“Sedangkan orang yang menerima Islam hari ini, tidak pernah bertemu dengan Rasulullah dan tidak pernah melihat semua itu. Jika orang itu masuk Islam dan menerima semua kebenaran Rasulullah, maka ia jauh lebih mulia dari kami.”

Sang panglima Romawi itu pun takjub dengan kebesaran Islam dan memutuskan masuk Islam pada saat itu pula. Kemudian Gregorius dibawa ke perkemahan pasukan Muslim untuk bersyahadat dan melakukan sholat dua rakaat.

Tentu saja keputusan Gregorius masuk Islam membuat ratusan ribu pasukan Romawi gelisah. Namun pertempuran terus berlanjut sampai pasukan Romawi harus menelan pahitnya kekalahan.

Setelah menyatakan masuk Islam, Gregorius pun memutuskan untuk ikut berperang bersama kaum Muslim melawan kaumnya sendiri. Namun ia terbunuh oleh pedang pasukan Romawi ketika itu dan ia meninggal dalam keadaan syahid.

Khalid merasa sedih ketika itu tapi ia berysukur karena Gregorius mati dalam keadaan syahid meski ia baru saja masuk Islam.

Begitulah rahmat Allah diberikan kepada hamba-hambaNya yang menerima hidayah dan menerima kebenaran.

loading...
loading...
Loading...
Loading...