in

Kisah Nabi Yusya, Nabi yang Mampu Menahan Matahari

Kisah Nabi Yusya, Nabi yang Mampu Menahan Matahari
Ilustrasi (Foto: isthatinthebible.wordpress.com)

Jumlah nabi di seluruh dunia ada 124.000 dan jumlah rasul seluruhnya ada 313. Tapi hanya ada 25 nabi saja yang wajib diketahui. Kita sebagai umat Muslim pasti sudah tahu sebagian besar dari kisah 25 nabi tersebut, tapi sebagian besar kisah nabi lainnya tidak diceritakan.

Penganut ajaran Nasrani dan Yahudi pasti mengenal Kitab Yosua yang memuat kisah Bani Israil atau bangsa Israel merebut negeri Kanaan di bawah pimpinan Yusya bin Nun.

Yusya sendiri adalah seorang nabi yang meneruskan ajaran agama Yahudi murni setelah Nabi Musa dan Nabi Harun wafat. Dalam ajaran Islam, namanya memang tidak diketahui dan tidak disebutkan dalam Al-Quran, tapi Nabi Muhammad pernah membicarakan sedikit tentang Nabi Yusya.

loading...

“Sesungguhnya matahari itu tidak pernah ditahan untuk seorang manusia pun, kecuali untuk Yusya di hari ketika ia hendak menaklukan Baitul Maqdis (Yerusalem).” (HR. Ahmad).

Baca Juga: Kisah Asiyah, Istri Firaun Ibu Angkat Nabi Musa yang Dijamin Masuk Surga

Saat Nabi Musa dan umatnya masih berada di Mesir, Yusya sudah jadi murid setianya. Dia adalah orang yang paling beriman di antara umat Nabi Musa lainnya.

Nabi Yusya adalah murid Nabi Musa paling beriman dan setia.

Kisah Nabi Yusya, Nabi yang Mampu Menahan Matahari
Foto: imedia9.net

Ketika Nabi Musa dan Bani Israil meninggalkan Mesir dan menyebrangi Laut Merah, Nabi Yusya selalu mendampingi gurunya dan membantunya dalam mengurusi keperluan umat. Nabi Musa pun mempercayai Yusya untuk jadi pemimpin Bani Israil kelak ketika ia wafat.

Setelah Nabi Musa wafat, Bani Israil dipimpin oleh Nabi Harun yang tak lain adalah kakak dari Nabi Musa. Setelah Nabi Harun wafat, Nabi Yusya dipilih untuk jadi pemimpin Bani Israil sekaligus panglima perang mereka yang gagah dan berani.

Allah memberikan tugas berat kepada Nabi Yusya untuk memimpin Bani Israil untuk menaklukan negeri Kanaan. Mereka mengepung negeri tersebut selama enam bulan.

Tepat pada hari Jumat, ada kejadian yang luar biasa yang merupakan mukjizat Nabi Yusya. Ketika itu pasukannya sedang berperang melawan penduduk Kanaan dan hampir menang. Namun matahari hampir terbenam, sementara peperangan belum selesai.

Panglima gagah yang mampu menahan matahari terbenam.

Kisah Nabi Yusya, Nabi yang Mampu Menahan Matahari
Foto: sonnyeksposisi.wordpress.com

Menurut ajaran agama Yahudi dulu, orang-orang tidak diperbolehkan berdagang dan berperang pada hari Sabat atau Sabtu. Saat matahari hampir terbenam dan hampir memasuki hari Sabtu, Yusya berdoa kepada Allah untuk menghentikan matahari terbenam.

Baca Juga: Alasan Ilmiah Kenapa Orang Yahudi Sangat Pintar

“Wahai matahari, sesungguhnya engkau hanya mengikuti perintah Allah, begitu pula aku. Aku bersujud mengikuti perintah-Nya. Ya Allah tahanlah matahari untukku agar tidak terbenam.”

Atas ijin Allah, matahari pada waktu itu tidak tenggelam dan hari Jumat waktunya lebih panjang. Ini memberikan kesempatan kepada pasukan Bani Israil untuk memenangkan peperangan dan mereka berhasil merebut Baitul Maqdis.

Dilihat dari sisi ilmiah, ketika itu bumi berhenti berputar sejenak yang membuat matahari tidak tenggelam. Ini adalah peristiwa besar yang hanya terjadi pada masa Nabi Yusya.

Setelah peperangan usai, Bani Israil hidup dibawah pimpinan Nabi Yusya di Kanaan. Ajaran Yahudi ketika itu masih murni, namun setelah beliau wafat, ajaran Yahudi dan isi kitab Taurat banyak diselewengkan oleh para pendeta.

loading...
loading...
Loading...
Loading...