in

Kena Demam, Jangan Dicela Tapi Bersyukurlah, Ini Penjelasannya!

Kena Demam, Jangan Dicela Tapi Bersyukurlah, Ini Penjelasannya! 1
Foto: dream.co.id

Anak-anak hingga orang dewasa kadang sering terserang demam. Walaupun tidak membahayakan dan bersifat sementara, tapi kadang kita suka mengeluh saat terserang demam dan mungkin kita suka mencelanya.

“Sial, kenapa harus terserang demam, padahal hari ini ada acara penting.”

“Demam lagi, demam lagi, apa yang salah sih dengan tubuhku ini?”

Jika kalian merasa pernah mencela demam atau penyakit lainnya, sebaiknya jangan mencelanya. Ingatlah, penyakit itu adalah cobaan dan hendaknya kita bersabar dan bertawakal ketika diberikan penyakit.

Baca Juga: Ini Pidato Iblis di Hari Kiamat yang Akan Membuat Pendosa Menangis Histeris

Ada syariat agar kita tidak mencela demam

Suatu ketika, Rasulullah pernah menemui seseorang yang sedang terkena demam. Orang tersebut mencela demam, lalu Rasulullah menegurnya.

“Bahwasannya Rasulullah SAW menjenguk Ummu as-Saib (atau Ummu al-Musayyib), kemudian beliau bertanya, ‘Apa yang terjadi denganmu wahai Ummu al-Sa’ib, kenapa kamu bergetar?’ Dia menjawab, ‘Sakit demam yang tidak ada keberkahan Allah padanya.’ Maka beliau bersabda, ‘Janganlah kamu mencela demam, karena ia menghilangkan dosa anak Adam, sebagaimana alat pemanas besi mampu menghilangkan karat’.” (HR. Muslim)

Demam dan penyakit lainnya bisa menyerang kita karena sudah takdir. Itu adalah ketentuan mutlak Allah yang tidak bisa diganggu gugat. Jika kita mencela penyakit, itu sama artinya kita tidak menerima ketentuan Allah.

Baca Juga: Empat ‘Penyakit’ yang Bisa Mematikan Iman

Tapi seharusnya kita bersyukur karena Allah masih sayang sama kita dengan memberikan penyakit. Sebab penyakit yang diderita akan mengugurkan dosa-dosa kita, seandaiknya kita ikhlas dan sabar menerima penyakit.

“Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti Allah akan hapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daunnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mulai dari sekarang, mari kita sabar dan bertawakal ketika diberikan musibah, termasuk saat diberikan penyakit, sekalipun itu hanya demam.

Loading...
Loading...