Mozaik

Kekayaan Sesungguhnya Bukanlah Banyak Harta Benda, Tapi Hati yang Tenang

Bebicara soal kekayaan, semua orang pasti setuju bahwa kaya itu ketika memiliki harta benda yang melimpah ruah. Punya uang banyak, rumah di mana-mana, punya mobil mewah dan bisa membeli apapun yang diinginkan, begitulah kebanyakan orang mendeskripsikan kekayaan.

Kita sering mengira bahwa orang-orang kaya hidupnya pasti sangat senang, jauh dari kesusahan, tidak akan memikirkan cicilan, dihormati dan disegani, dan bisa melakukan apapun yang mereka inginkan.

Ya, itu hanya perkiraan kita, seperti halnya kita melihat gunung dari jauh yang terlihat mulus dan berwarna biru, tapi ketika dilihat dari dekat, ternyata gunung itu tak mulus dan tidak berwarna biru. Begitupun dengan anggapan kita terhadap orang-orang kaya yang kelihatannya hidupnya senang, tapi kenyataannya mereka sama-sama memiliki rasa susah dan gelisah dalam hatinya.

Baca Juga: Bukan Banyak Uang, Hati Akan Tenang Hanya dengan Mengingat Allah

Kekayaan tidak menjamin hati kita akan tenang. Justru banyak orang kaya yang hatinya gelisah memikirkan perusahaannya yang tersebar di mana-mana, memikirkan bagaimana cara menaikan kekayannya lagi, memikirkan bagaimana caranya memperbaiki perusahaan yang bermasalah, pulang pergi luar kota yang melelahkan dan sebagainya.

Allah itu adil, mau orang kaya atau miskin, tetap semuanya memiliki masalah masing-masing, yang membedakan itu wajah masalahnya. Dari sini kita bisa tahu bahwa kekayaan sesungguhnya bukanlah banyak harta benda, tetepi kekayaan sesungguhnya adalah hati atau jiwa yang tenang.

Kekayaan yang sebenarnya adalah hati yang tenang.

Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Kekayaan bukanlah banyak harta benda, akan tetapi kekayaan adalah kekayaan hati.” (HR. Bukhari & Muslim).

Rasulullah menjelaskan bahwa kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan hati. Hati yang kaya adalah jiwa yang tenang dan tentram. Sebab banyak orang yang Allah luaskan hartanya, namun ia merasa tidak cukup dan semakin haus mencari kekayaan. Ia terus-terusan mencari harta dunia sampai melupakan kewajibannya dan melupakan kematian, sesungguhnya orang seperti itulah yang miskin di depan Allah.

Baca Juga: Ayat Al-Quran Untuk Menenangkan Hati yang Sedih, Tertekan dan Putus Asa

Sementara orang yang selalu merasa cukup dengan pemberian dari Allah, tidak terlalu berambisi mencari harta dunia dan tidak melupakan kewajibannya sebagai seorang hamba, maka dialah orang yang kaya di depan Allah.

Orang yang tenang hatinya, maka hidupnya pula akan damai. Meski berbagai macam cobaan menghadang, tapi jika hati tetap tenang dan tentram, maka orang tersebut akan melewati cobaan itu dengan lapang dada, tanpa ada perasaan gelisah dan susah.

Dengan demikian, tidak selalu harta benda yang bisa mendatangkan kebahagiaan, kebaikan dan kesenangan. Kekayaan sebenarnya adalah sesuatu yang manusia rasakan dalam hatinya. Jika hatinya selalu merasa susah, maka dia miskin, tapi jika hatinya selalu merasa tenang dan damai, maka dia kaya.

Hati yang selalu takut pada azab Allah, hati yang selalu bersyukur dan dipenuhi rasa cinta pada Allah dan selalu mengingat Allah, itulah hati yang tenang. Mereka yang memiliki hati yang tenang tidak akan terlalu berambisi mencari kekayaan dunia karena mereka tahu kekayaan itu akan ditinggalkan. Tapi mereka akan berambisi mencari kekayaan akhirat dengan beramal sholeh karena mereka tahu hanya amal sholeh yang bisa menyelamatkannya kelak.

Baca Juga

To Top