in

Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada, Masihkah Kau Sujud KepadaNya?

Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada, Masihkah Kau Sujud KepadaNya?
Foto: latarduniaislam.com

Mendengar judul artikel ini, kamu pasti bakalan teringat dengan salah satu lagu ciptaan almarhum Chrismansyah Rahadi atau akrab disapa Chrisye, yakni “Jika Surga Dan Neraka Tak Pernah Ada.” Jika dimaknai, lagu ini benar-benar mengandung makna yang amat mendalam tentang ketulusan kita beribadah kepada Allah.

Lagu ini diawali lirik berupa pertanyaan apakah kita menyembah Allah itu sudah benar-benar tulus atau tidak? “Apakah kita semua benar-benar tulus menyembah pada-Nya.” Kemudian lirik selanjutnya mempertanyakan kembali tentang niat ibadah kita. “Atau mungkin kita hanya takut pada neraka dan inginkan surga.”

Lirik tersebut ingin menunjukkan bahwa kebanyakan dari kita beribadah kepada Tuhan itu karena takut neraka dan hanya menginginkan surga. Memang setiap orang pasti ingin masuk surga dan tidak ingin masuk neraka. Namun jika kita beribadah hanya karena ingin masuk surga atau karena takut neraka, apakah kita sudah benar-benar tulus menyembah-Nya?

loading...

Baca Juga: Bukan Banyak Uang, Hati Akan Tenang Hanya dengan Mengingat Allah

Oleh karena itu Chirsye mempertanyakan kembali ketulusan kita beribadah kepada-Nya dalam ref lagu ini. “Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau sujud kepadaNya? Jika surga dan neraka tak pernah ada, masih kau menyebut nama-Nya?”

Andaikata Allah tidak menjanjikan surga kepada orang-orang yang beribadah dan taat kepadaNya, andaikan Allah tidak mengancam orang yang durhaka dengan neraka, apakah kita akan tetap beribadah kepadaNya atau kita akan berbuat dosa seneak hati kita? Jawabalah pertanyaan ini dengan hati kamu.

Dalam lirik selanjutnya dijelaskan apakah kita benar-benar bisa bersujud kepadaNya dengan sepenuh hati tanpa meminta balasan apapun kecuali hanya ingin dekat denganNya, tidak ingin ditinggalkan olehNya dan ingin selalu selalu disayangi olehNya?

“Bisakah kita semua benar-benar sujud sepenuh hati.”

Hanya Allah yang pantas kita sembah, bukan surga, hanya Allah yang pantas kita takuti, bukan neraka, hanya Allah yang berhak dipuji, bukan kita.

“Kar’na sungguh memang Dia, memang pantas disembah, memang pantas dipuja.”

Baca Juga: Ibadah Itu Bukan Soal Dilancarkan Rezeki, Tapi Untuk Mendapatkan Ridho Allah, Uang Barang Ngikutin!

Dulu pas waktu SD, kita hanya mengerti lagu ini dari liriknya saja, tapi tidak mengerti makananya. Tapi setelah merenungkan artinya yang begitu dalam, ternyata selama ini kita beribadah kepada Allah tidak dengan sepenuh hati

Kita beribadah masih karena ingin surga, karena takut neraka, takut miskin, takut menderita dan sebagainya. Tapi seharusnya kita beribadah kepadaNya dengan sepenuh hati dan semata-mata hanya untuk mendapatkan ridhoNya. Karena jika kita sudah mendapatkan ridhoNya, kita bebas mau masuk sruga dari pintu manapun.

Yuk dengerin lagi lagu ini dengan hati:

loading...
loading...
Loading...
Loading...