in

Jangan Malu, Ini Anjuran Nabi Untuk Menagih Hutang

Jangan Malu, Ini Anjuran Nabi Untuk Menagih Hutang 1
Foto: ydsf.org

Anda pernah meminjamkan uang kepada seseorang, lalu Anda merasa malu untuk menagih hutangnya? Kalau dia sadar bayar sendiri tidak masalah, tapi ini tidak kunjung membayar, mau nagih tapi malu.

Wajar saja ada rasa malu karena Anda tidak ingin menyinggung perasaan orang yang punya hutang sama Anda. Tapi di sisi lain menangih utang itu merupakan kewajiban kita.

Takutnya si penghutang lupa atau memang sengaja tidak mau membayar hutangnya dengan berbagai macam alasan. Jika sampai terbawa mati, dosanya sangat besar. Bahkan Rasulullah sendiri enggan mensholatkan mayit yang masih punya utang.

Kewajiban membayar hutang itu tanggung jawabnya di dunia dan di akhirat. Oleh karena itu sudah kewajiban kita untuk menagih hutang sebagaimana anjuran Nabi Muhammad SAW. Sebab hal itu akan membantu orang untuk menunaikan kewajibannya.

Baca Juga: Yang Banyak Hutang Jangan Lihat Foto-Foto Meme Ini, Nanti Keselek!

Dan perlu diperhatian, gunakanlah sifat lemah lembut dengan tutur kata yang sopan saat menangih hutang agar pihak yang ditagih tidak merasa diintimidasi atau tersinggung.

“Jika yang punya utang mempunyai itikad baik, maka hendaknya menagih dengan sikap yang lembut penuh maaf. Boleh menyuruh orang lain untuk menagih hutang, tetapi terlebih dulu diberi nasihat agar bersikap baik, lembut dan penuh maaf kepada orang yang akan ditagih.” (HR. Bukhari)

Mensedekahkan hutang pahalnya sangat besar

“Allah akan memberikan kasih sayang-Nya kepada orang yang bermurah hati ketika menagih hutang.” (HR. Bukhari)

Namun bagaimana bila orang yang ditagih tak kunjung membayar meski sudah beberapa kali ditagih secara baik-baik? Jika pihak yang ditagih tak kunjung membayar, ada anjuran dari Nabi untuk mensedekahkannya.

“Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (HR. Bukhari)

Baca Juga: 5 Hal yang Boleh Dilakukan Secara Tergesa-Gesa

Sebenarnya Anda juga diperbolehkan menagih hutang dengan sikap agak keras, tapi jangan sampai melakukan tindakan anarki. Jika pihak yang ditagih tetap tak mau membayar, sebaiknya ikhlaskan aja nanti Allah pasti akan menggantinya.

Namun bagaimana, utang dia terlalu besar, terlalu berat untuk dilunaskan? Anda bisa menyelesaikannya secara kekeluargaan dengan musyawarah dan perjanjian.

Nah menagih hutang itu adalah kewajiban kita karena hal itu akan membantu orang untuk menunaikan kewajibannya membayar hutang. Tagihlah hutang dengan cara lemah lembut dan tutur kata yang baik.

Loading...