Mozaik

Ini Sifat Yahudi yang Banyak Ditiru Sebagian Umat Islam

Ini Sifat Yahudi yang Banyak Ditiru Sebagian Umat Islam

Dari jaman para Nabi sampai sekarang, orang Yahudi punya sifat yang sangat dibenci oleh Allah. Karena sifat mereka itu, kebenaran dan kebathilan suka dicampur adukkan sampai mereka berani mengubah isi kandungan kitab Taurat.

Orang Yahudi terkenal suka memusuhi para Nabi dan ulama-ulama yang betul-betul berada di jalan Allah. Alasannya karena aturan atau ajaran yang disampaikan para Nabi tidak sesuai dengan keinginan hawa nafsunya.

Mereka akan berpaling jika menemukan keterangan dari para Nabi atau ulama yang tidak sesuai dengan nafsunya. Kemudian mereka akan mulai menyebar fitnah dengan tujuan merusak kebenaran agar sesuai dengan keinginan nafsunya.

Contohnya saja pada jaman Nabi Isa dulu. Ketika Nabi Isa diutus kepada kaum Bani Israil (Yahudi) untuk menyampaikan kebenaran dan mengganti kitab Taurat yang telah diselewengkan dengan kitab Injil, sebagian besar orang Yahudi terang-terangan menolak Nabi Isa.

Baca Juga: Kata Al-Quran Tentang Yahudi: Sombong, Keras Kepala dan Pembuat Kerusakan

Meskipun segala macam mukjizat sudah Allah perlihatkan melalui Nabi Isa kepada orang Yahudi, mereka tetap saja menolak ajaran yang dibawa Nabi Isa. Alasannya hanya karena ajaran Nabi Isa bertentangan dengan hawa nafsu mereka dan dianggap bisa merugikan mereka.

Namunn, orang-orang Yahudi lebih percaya kepada para ulama Yahudi yang menyeleweng dari ajaran Allah karena sesuai dengan keinginan nafsunya.

Terlalu cinta dunia

Ini Sifat Yahudi yang Banyak Ditiru Sebagian Umat Islam

Kenapa orang Yahudi bisa sampai punya sifat seperti itu? Karena mereka terlalu cinta dunia dan terobsesi untuk menguasai seluruh kekayaan dunia ini.

Demi mencapai tujuannya yang dipandu oleh nafsu, orang Yahudi akan menyelewangkan kebenaran dan mulai menyebar fitnah. Mereka akan mulai membuat kerusakan sampai merugikan orang lain, yang penting mereka untung sendiri.

Begitulah sifat orang Yahudi dulu. Mereka akan memusuhi kebenaran jika bertentangan dengan hawa nafsunya dan akan berteman dengan kebathilan jika sesuai dengan nafsunya.

Baca Juga: Alasan Ilmiah Kenapa Orang Yahudi Sangat Pintar

Jika direnungkan, sifat orang Yahudi seperti itu juga banyak dimiliki sebagian umat Islam. Seperti keterangan yang disampaikan oleh Asy Syaikh Muqbil bin Hady rahimahullah, yang berkata:

“Sebagian orang ada yang meminta fatwa kepada para ulama, jika fatwa tersebut sesuai dengan hawa nafsunya maka dia menerimanya, jika tidak maka dia berpaling darinya dan semacam ini sifat Yahudi.” (Riyamul Jannah, halaman 17).

Ada sebagian umat Muslim yang meminta keterangan atau fatwa kepada ulama, akan tetapi keterangan yang diberikan ulama tersebut bertentangan dengan keinginan hawa nafsunya. Maka dia pun akan berpaling dan menolak keterangan tersebut meskipun di depan Allah itu benar.

Ada juga yang meminta keterangan kepada ulama dan keterangan itu sesuai dengan keinginan hawa nafsunya, maka dia dengan bahagia menerima keterangan tersebut, padahal di mata Allah keterangan itu salah.

Intinya kita jangan jadi orang yang menolak kebenaran hanya karena tidak sesuai dengan hawa nafsu kita. Dan jangan jadi orang yang berteman dengan kebtahilan karena kebathilan itu sesuai dengan hawa nafsu kita.

Pada dasarnya, perintah dari Allah itu kebanyakan bertentangan dengan hawa nafsu. Jika kita punya sifat terlalu menuruti hawa nafsu dan menolak kebenaran, kita sama saja dengan Yahudi meskipun secara lahiriah kita adalah Muslim.

Semoga penjelasan di atas bisa menjadi pelajaran bagi kita semua agar kita tidak diperbudak oleh hawa nafsu dan bisa memilih mana kebenaran dan mana kebathilan.

To Top