Mozaik

Ini Perintah Rasulullah Jika Terjadi Wabah Penyakit

Ini Perintah Rasulullah Jika Terjadi Wabah Penyakit

Dunia tengah digemparkan dengan menyebarnya wabah virus corona yang berasal dari Kota Wuhan, China. Sejauh ini sudah ada ratusan korban yang terinfeksi virus mrip MERS ini. Jika ditotalkan di seluruh dunia, mungkin korbannya ada ribuan.

Di tengah-tengah kepanikan virus corona ini, kita sebagai seorang muslim harus mencontoh Rasulullah ketika sebuah wabah penyakit menyerang suatu negeri.

Sejak zaman Nabi juga, wabah atau penyakit menular juga sudah ada. Pada waktu itu, wabah yang cukup terkenal adalah pes dan lepra. Lantas bagaimana sikap Rasulullah untuk mengatasi wabah penyakit?

Rasulullah SAW bersabda, “Jika kalian mendengar tentang wabah-wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kalian meninggalkan tempat itu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Nabi Muhammad melarang kita berpergian ke daerah yang terjangkit wabah dan juga melarang orang yang kena wabah pergi ke tempat lain. Tujuannya agar wabah tersebut tidak menjalar ke tempat-tempat lain.

Baca Juga: Banyak Mengingat Allah Itu Obat, Banyak Mengingat Manusia Itu Penyakit

Pada zaman Rasulullah, metode karantina yang digunakan adalah dengan mendirikan tembok di sekitar daerah yang terjangkit wabah.

Mereka yang bersabar dan tinggal di tempat akan mendapat pahala sebagai mujahid di jalan Allah. Sedangkan mereka yang melarikan diri dari daerah tersebut diancam malapetaka.

Di masa kekhalifahan Umar bin Khattab, wabah kolera menyerang Negeri Syam yang kala itu sudah direbut oleh pasukan Muslim. Ketika itu Umar sedang melakukan perjalanan menuju Syam dan terpaksa menghentikan perjalannnya karena negeri yang ditujunya sedang dilanda wabah.

Akhirnya Umar dan rombongannya memutuskan kembali ke Madina mengingat sabda Rasulullah untuk tidak datang ke suatu negeri yang terjangkit wabah.

Sekitar tahun 18 Hijriyah, Negeri Syam diterjang wabah qu’ash. Wabah tersebut ditaksir menelan korban sebanyak 25 ribu muslim. Salah satu sahabat yang meninggal karena wabah ini adalah Abu Ubaidah bin Jarrah.

To Top