in

Gak Sedih Ditinggalin Ramadhan, Tanda Hati Kita Masih Tebal Akan Dosa-Dosa

Gak Sedih Ditinggalin Ramadhan, Tanda Hati Kita Masih Tebal Akan Dosa-Dosa 1

Setelah menemani kita selama sebulan penuh, bulan suci Ramadhan akan segera meninggalkan kita. Adakah perasaan sedih dalam hati kita karena bulan Ramadhan akan segera pergi?

Jika tidak ada perasaan sedih sedikitpun ditinggalkan bulan suci Ramadhan, itu tanda kalau hati kita masih tebal akan dosa-dosa.

Jika hati terpelihara dan bersih dari dosa-dosa, kita seharusnya sedih sekali ditinggalin Ramadhan. Sebab Ramadhan adalah bulan yang penuh ampunan dan berkah, pahala dilipat gandakan dan doa-doa berpeluang lebih besar dikabulkan oleh Allah SWT.

Ini adalah momen yang tepat bagi umat Muslim untuk membuktikan ketaatan dan ketaqwaan mereka terhadap Allah SWT.

Seharusnya kita senang, seharusnya kita ingin berlama-lama dengan bulan Ramadan, namun anehnya tak ada perasaan sedih sedikitpun dalam hati kita.

Seberapa tebalnya dosa kita sampai tidak sedih sedikitpun ditinggalin Ramadhan

Gak Sedih Ditinggalin Ramadhan, Tanda Hati Kita Masih Tebal Akan Dosa-Dosa 2

Baca Juga: 3 Waktu Mustajab Terkabulnya Doa di Bulan Ramadhan

Malahan perasaan bahagialah yang muncul ketika Ramadhan hendak hengkang. Kita bahagia karena tidak akan menahan lapar dan haus lagi, bahagia tidak harus bangun subuh lagi dan bahagia karena akan segera lebaran dan dapat banyak THR.

Namun ada juga orang yang sedih ditinggalkan Ramadhan karena usahanya tidak akan laku keras lagi seperti di bulan puasa. Seperti yang kita ketahui, selama bulan puasa, rata-rata pelaku usaha mendapatkan kenaikan omset yang berlipat ganda.

Setelah berakhirnya bulan puasa, omset akan kembali lagi turun ke semula. Jadi banyak yang sedih ditinggalkan bulan Ramadhan karena usahanya akan turun lagi.

Semua itu adalah tanda-tanda kalau hati kita masih berlumuran dosa. Dosa-dosa yang begitu tebal telah mengurangi rasa cinta kita terhadap Allah SWT.

Kita masih terlalu mencintai dunia ketimbang akhirat. Kita lebih memanfaatkan bulan Ramadhan untuk mencari kesenangan dunia ketimbang mencari kesenangan akhirat.

Padahal seharusnya Ramadhan bisa kita manfaatkan sebaik mungkin untuk mencari ridho Allah dengan giat beramal saleh.

Tak apa jika kita merasakan hal demikian. Semoga saja tahun depan kita masih dipertemukan lagi dengan bulan suci Ramadhan dan bisa memanfaatkannya sebaik mungkin untuk mencari ridho Allah.

Loading...
Loading...