in

Dunia Itu Seperti Buka Puasa, Ingin Semuanya Dimiliki, Tapi Hanya Sedikit yang Bisa Dinikmati

Dunia Itu Seperti Buka Puasa, Ingin Semuanya Dimiliki, Tapi Hanya Sedikit yang Bisa Dinikmati 1

Kalian pasti pernah merasakan kondisi seperti ini ketika buka puasa. Kamu ingin bermacam-macam makanan ada di atas meja dan kamu merasa bisa melahap semua makanan tersebut saking laparnya. Pernah merasakan demikian?

Semua orang pasti pernah mengalaminya. Rasa lapar dan haus membuat kamu mendadak sangat rakus. Kamu ingin berbagai macam jenis makanan ada di atas meja dan kamu merasa bisa menyantap semua makanan tersebut ketika waktu buka nanti.

Dari yang awalnya ingin menghabiskan semua makanan tersebut, tapi faktanya hanya sedikit saja makanan yang bisa kamu nikmati. Alhasil banyak makanan yang tersisa karena perut kamu sudah mencapai batasnya. Jika kamu paksakan, nanti perut kamu bisa sakit.

Begitupun dengan dunia ini yang sama percis dengan keadaan seperti buka puasa. Kita selalu menginginkan segalanya, mulai dari kekayaan, jabatan hingga popularitas.

Dengan memiliki kekayaan, kita merasa bisa membeli apa saja yang kita inginkan dan kita bisa menikmati apa saja yang kita ingin rasakan. Hidup rasanya bakalan bahagia dan terasa sempurna.

Andaikan nanti kaya raya, mau beli mobil bagus, rumah besar, liburan terus menerus dan melakukan hal menyenangkan lainnya.

Dan ketika harapan kita dikabulkan, dari semua ekspetasi yang kita harapkan tadi, hanya sedikit saja yang bisa kita nikmati.

Kirain bakal selamanya bahagia, masalah malah semakin banyak, waktu semakin sempit dan tubuh semakin lelah.

Seperti halnya saat buka puasa, ketika lapar, rasanya bisa menikmati semua makanan yang ada, namun kenyataannya hanya sedikit makanan yang bisa dinikmati.

Begitupun dengan harapan duniawi, di mana kita sering beranggapan kalau kekayaan, jebatan dan popularitas bisa membawakan kebahagiaan, namun kenyataannya hanya sedikit saja kebahagiaan yang bisa kita nikmati.

Jangan biarkan rasa lapar membuatmu rakus, jangan biarkan urusan dunia membuat kita jadi serakah dan lupa diri. Dunia ini hanyalah patamorgana yang suatu saat nanti pasti kita tinggalkan.

Kejarlah harapan yang asli, kejarlah harapan yang bukan kepalsuan, yaitu harapan mencari kebahagiaan di akhirat nanti. Dunia ini hanya sementara, sedangkan akhirat selama-lamanya.

Jangan tukarkan sesuatu yang asli dengan sesuatu yang palsu!

Loading...
Loading...