in

Dua Jihad Besar di Bulan Ramadhan yang Lebih Berat dari Perang

Jihad besar di bulan Ramadhan

Apa yang kamu ketahui tentang jihad? Pasti yang ada di benakmu adalah peperangan melawan kaum kafir. Jangan jauh-jauh dulu, jihad yang sebenarnya bukanlah perang melawan orang kafir, melainkan perang melawan hawa nafsu sendiri.

Kamu pasti tahu sendiri betapa beratnya melawan hawa nafsu, terutama hal-hal yang kita sukai tapi tidak disukai oleh Allah. Apalagi di bulan Ramadhan, jihad melawan hawa nafsu pasti semakin berat. Oleh karena itu Allah melipatgandakan pahala setiap amal saleh yang kita lakukan.

Seperti dilansir Wow Menariknya, berikut dua jihad besar di bulan Ramadhan yang harus kita menangkan agar semakin dekat dengan keridhoan Allah SWT.

Baca Juga: Memerangi Hawa Nafsu Adalah Jihad Terberat dan Terbesar

1. Jihad besar di siang hari dengan berpuasa

Tidak makan dan minum dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari bukanlah perkara enteng. Ditambah lagi aktivitas berat yang kita lakukan setiap hari, pasti tubuh terasa lemas dan letih. Berpuasa adalah jihad yang besar karena kamu harus bisa bertahan menahan lapar dan haus sesulit apapun cobaan menghadang, termasuk godaan warteg-warteg di pinggir jalan.

Dan yang paling berat lagi adalah puasa dari segala hal yang tidak disukai Allah. Misalnya saja, ngomongin orang, berbohong, membuang sifat pamer dan mulai belajar bersedekah. Banyak yang puasanya tamat, tapi hanya sebatas menahan lapar dan haus saja, sedangkan tubuhnya tidak ikut berpuasa.

Selama bulan Ramadhan dan bulan seterusnya, tubuh kita tetap harus berpuasa dari hal-hal yang tidak disukai Allah. Bulan Ramadhan itu hanya latihan untuk menghadapi sebelas bulan yang akan datang.

Baca Juga: 5 Amalan Kesukaan Rasulullah SAW Di Bulan Ramadhan

2. Jihad besar di malam hari untuk melaksanakan shalat malam

Shalat malam hukumnya hampir mendekati wajib, tak hanya di bulan Ramadhan, tapi juga di hari-hari biasa. Bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat bagi kita untuk melatih jiwa dan raga melaksanakan shalat malam, baik itu shalat tarawih dan shalat tahajudnya.

Pasti berat sekali melaksanakan shalat malam karena tubuh sudah mulai merasa ngantuk karena baru saja diisi makanan setelah seharian puasa. Di sinilah letak jihadnya, paksakan dulu awalnya, nanti akan mulai terbiasa dan akan jadi kebiasaan.

Nah mungkin sekian penjelasannya. Kita pasti tahu sendiri betapa sulitnya melawan hawa nafsu, terutama melawan kelemahan diri kita. Melawan hawa nafsu tidak bisa dengan cara dipukul atau ditembak, hanya keyakinan dan doa yang kuat yang bisa mengalahkan hawa nafsu.

Loading...