Mozaik

Corona, Cara Allah Mengistirahatkan Kita Dari Kesibukan Dunia yang Tiada Akhir

Corona, Cara Allah Mengistirahatkan Kita Dari Kesibukan Dunia yang Tiada Akhir

Semua orang sekarang sedang ketakutan akan wabah COVID-19 yang terus menyebar luas ke seluruh penjuru dunia. Pemerintah di setiap negara bahkan sudah menerapkan aturan untuk tetap di rumah, meliburkan sekolah, menutup semua aktivitas kerja dan jangan berkerumun untuk mencegah penyebaran Corona.

Karena ketakutan, sekarang orang-orang lebih memilih tinggal di rumah, menjauhi keramaian dan enggan berinteraksi. Kota yang tadinya ramai sekarang mendadak sepi, mall yang biasanya ramai dikunjungi sekarang juga sepi, jalanan pun kosong dari kendaraan seakan bumi ini sudah ditinggalkan penghuninya.

Waktu yang biasanya kita habiskan untuk mencari uang, sekarang terpaksa diberhentikan dulu. Banyak yang mengeluh bagaimana cara bertahan hidup jika seluruh aktivitas diberhentikan, bagaimana cara kita memberi makan anak dan istri. Semuanya pasti mengeluh karena wabah ini.

Ketakutan, kesedihan, kengerian, itulah yang kita rasakan saat ini. Corona memang membawa banyak kerugian bagi kita semua. Ya, jika itu hanya dilihat dari sisi negatifnya saja, tapi jika dilihat dari sisi positifinya, kita akan melihat kalau Corona adalah cara Allah memberikan peringatan dan pembelajaran kepada kita semua.

Karena Corona, kita semua jadi beristirahat dari kesibukan dunia yang tiada akhirnya ini. Setiap hari, waktu hanya dihabiskan untuk mencari uang dengan tujuan membeli kebahagiaan dengan uang. Orang-orang rela mengorbankan kesehatannya demi mencari uang dan kemudian membeli kesehatan dengan uangnya.

Apa yang salah dengan manusia, apa yang salah dengan kita semua. Selama ini yang kita pikirakan hanya uang, uang dan uang, seakan uang itu bisa menjauhkan kita dari malaikat maut. Kesibukan yang tiada akhir ini telah membuat kita lupa pada Sang Pencipta, lupa bahwa kita semua akan mati.

Mungkin Allah ingin memberikan kita sedikit pembelajaran dengan memberikan wabah ini. Karena wabah ini, kita sadar kalau kematian itu sangat dekat, kita sadar uang yang kita miliki tidak terlalu bisa berbuat banyak.

Wabah Corona juga sudah memberantas kemaksiatan secara drastis. Tempat-tempat hiburan, tempat prostitusi sekarang sudah ditutup. Sekalipun mau berbuat maksiat, pasti berpikir panjang karena takut terjangkit Corona.

Kita yang biasanya ngumpul sambil ngomongin keburukan orang, sekarang tidak lagi. Kita yang baisanya acuh akan kesehatan dan kebersihan tubuh, sekarang lebih teliti lagi memelihara tubuh.

Kita yang biasanya jarang menhabiskan waktu bersama keluarga di rumah karena sibuk bekerja, sekarang momen kebersamaan bisa kita dapatkan kembali.

Para pendosa mendadak ingin tobat karena takut terjangkit dan mati, dan orang yang sudah beriman semakin menguatkan tingkat keimanannya.

Mungkin Allah ingin kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk selalu mengingat-Nya. Karena tanpa disadari, selama ini kita terlalu banyak mengingat urusan dunia ketimbang mengingat Allah. Karena kita banyak melupakan-Nya, Allah pun menurunkan wabah ini karena ingin kita semua kembali kepada-Nya.

To Top