Mozaik

Banyak Mengingat Allah Itu Obat, Banyak Mengingat Manusia Itu Penyakit

Banyak Mengingat Allah Itu Obat, Banyak Mengingat Manusia Itu Penyakit

Siapa orang yang paling banyak kalian ingat setiap hari, ibu, ayah, anak, istri, pacar atau mantan? Tergantung keadaan yah, yang jelas orang yang paling banyak kalian ingat adalah yang kalian cintai.

Misalnya saja ketika kamu lagi jatuh cinta, pasti setiap detik, menit, jam kamu habiskan hanya untuk membayangkan wajahnya.

Namun ketika giliran disakiti, disitu kamu akan merasakan kekecewaan yang amat mendalam. Kamu menyesal sudah banyak mengingat orang seperti dia yang pada akhirnya menyakiti kamu.

Ketahuilah, banyak mengingat manusia itu hanya akan membawakan kegelisahan, keresahan dan kehampaan yang tiada akhir.

Jangan banyak mengingat manusia yang bahkan manusia itu sendiri sedang tidak mengingatmu. Lantas kita harus mengingat siapa?

Baca Juga: Kekayaan Sesungguhnya Bukanlah Banyak Harta Benda, Tapi Hati yang Tenang

Umar bin Khattab pernah berkata: “Perbanyakanlah mengingat Allah karena itu adalah obat. Jangan buat dirimu terlalu banyak mengingat manusia, karena itu adalah penyakit.”

Kata Umar bin Khattab, mengingat manusia itu adalah penyakit yang pada akhirnya hanya akan membawakan kegelisahan dan kekecewaan.

Sedangkan mengingat Allah adalah obat dari semua penyakit. Dengan mengingat Allah, hati akan tenang, hidup akan terasa aman, jauh dari kegelisahan dan tidak akan menelan kekecewaan.

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Rad: 28).

Ketika kita mampu mengisi hati kita hanya dengan mengingat Allah setai saat, bagaimanapun keadaan kita, insyaallah hati akan tenang, jauh dari kegelisahaan dan kekecewaan.

Tapi jika kamu terlalu banyak mengingat manusia dan melupakan Allah, siap-siap hati akan diselimuti ketakutan dan kegelisahaan yang tiada akhir.

Ingatlah hanya Allah karena Allah tidak pernah satu detik pun berpaling dari kita meskipun kita berlumuran dosa.

To Top