in

6 Lelah yang Sangat Disukai Allah, Tak Ada Alasan Lagi Untuk Mengeluh!

Lelah yang disukai Allah

Manusia diturunkan ke bumi bukan untuk berlehan-leha, akan tetapi untuk menguras keringat. Menguras keringat bukan hanya soal mencari uang sebanyak-banyknya, tapi juga untuk mengerjakan amal saleh untuk bekal kita kelak di akhirat nanti.

Melaksanakan perintah Allah itu bukan perkara enteng, setan tidak akan tinggal diam dan akan terus menggodamu, kemewahan dunia akan membuat kita lupa pada kewajiban kita sebagai makhluk terhadap khaliq. Walaupun melelahkan tapi yakinlah bahwa Allah menghargai semua keringat yang kita keluarkan di jalan-Nya.

Dalam artikel ini akan dibahas tentang lelah yang sangat disukai Allah. Oleh karena itu tidak ada lagi alasan untuk mengeluh jika lelah tersebut bisa membuahkan keridhoan Allah.

Baca Juga: Cinta Pada Allah Itu Memang Berat, Tapi Kamu Akan Mendapatkan Segalanya

1. Lelahnya orang yang mencari nafkah untuk keluarganya

Lelah yang disukai Allah

Mencari nafkah adalah kewajiban setiap laki-laki, khususnya untuk seorang ayah yang sudah menyandang gelar sebagai kepala keluarga. Rezeki itu memang sudah ditentukan oleh Allah tapi tetap harus ada proses penjemputan atau ikhtiar. Carilah rezeki untuk bekal hidupmu dan keluargamu, dan carilah rezeki untuk bekal ibadahmu.

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. Al-Jumu’ah: 10)

2. Lelahnya orang yang berjihad di jalan Allah

Lelah yang disukai Allah

Jangan artikan jihad itu perang melawan orang kafir saja, jihad itu artinya luas. Namun jihad yang paling besar, paling berat dan akan berlangsung seumur hidup, yaitu jihad melawan hawa nafsu. Allah sangat menyukai orang yang berusaha memerangi hawa nafsunya meskipun dia berulang kali gagal tapi mencoba bangkit lagi.

Memang berat sekali melawan hawa nafsu itu. Pantas saja jika Nabi berkata bahwa jihad melawan hawa nafsu jauh lebih berat dibandingkan dengan Perang Uhud atau Perang Badar. Tapi jika kita terus berjuang melawan hawa nafsu apapun yang terjadi, pasti Allah sangat menyukai kita.

3. Lelahnya orang yang berdakwah dan menyeru pada kebaikan

Lelah yang disukai Allah

Sampaikanlah kebaikan walau itu hanya satu ayat, demikianlah perintah Allah dalam Al-Quran. Pada intinya Allah memerintahkan kita untuk berdakwah terhadap sesama. Melakukan dakwah tak harus mendapatkan gelar ustad, kiai atau ulama dulu, siapapun bisa berdakwah. Karena pada dasarnya dakwah itu artinya menyeru pada kebaikan yang diridhoi Allah.

Menyeru pada kebaikan itu sangat berat, kadang banyak orang yang jadi membencimu, membicarakanmu, menghinamu dan memfitnahmu. Dan janganlah menyerah jika orang-orang tidak mendengarkan nasihatmu karena hidayah tetap ada di tangan Allah. Tetaplah berdakwah meski semua itu menimpamu, karena yang paling penting dakwah itu kita lakukan dengan niat karena Allah.

Baca Juga: Dua Nikmat yang Lebih Besar dari Uang Tapi Sering Dilalaikan

4. Lelahnya orang yang belajar menuntut ilmu

Lelah yang disukai Allah

Menuntut ilmu adalah kewajiban kita seumur hidup, baik itu ilmu urusan dunia atau akhirat. Carilah ilmu yang baik untukmu, terutama ilmu soal urusan ibadah. Memang mempelajari agama Islam itu sangat berat dan kebanyakan pada malas. Tapi jika kamu beribadah tanpa didasari ilmu yang pasti, maka ibadahmu hanya mendapat lelah saja.

Namun ingat, jangan sombong karena kamu banyak ilmunya. Tak sedikit orang yang sombong karena dirinya merasa jadi orang paling berilmu dan pada akhirnya dia menganggap dirinya selalu benar, orang lain selalu salah.

5. Lelahnya orang yang beribadah dan mengerjakan amal saleh

Lelah yang disukai Allah

Sholat, puasa, zakat dan amal saleh lainnya memang kedengarannya mudah dikerjakan, tapi kenyataannya begitu berat. Ibadah itu memang melelahkan, tapi di balik kelelahan itu, Allah pasti menggantinya dengan ketenangan hati yang menentramkan jika kita melakukannya dengan penuh keikhlasan.

6. Lelahnya orang yang dalam kesusahan dan sakit

Lelah yang disukai Allah

Jangan sedih jika sekarang hidupmu merasa susah, kurang ekonomi, ditimpa penyakit dan sebagainya. Sebab semua itu adalah cobaan dari Allah. Bila dalam kesusahan kita tetap berserah diri kepada Allah dan menerimanya dengan ikhlas walau berat, semua permasalahan itu akan jadi penggugur dosa.

Ketika permasalahan membebani pundakmu, lalu di sana kamu bersujud kepada Allah dengan sepenuh hati, bayangkan Allah mengusap kepalamu dengan penuh kelembutan. Sedihnya tak terbayangkan, pada saat itu juga permasalahan yang membebanimu seolah dicabut dari pundakmu. Yang ada hanyalah ketenangan karena Allah selalu menjaga kita setiap waktu.

Loading...