Mozaik

5 Nasihat Emas Ali bin Abi Thalib yang Patut Direnungkan

5 Nasihat Emas Ali bin Abi Thalib yang Patut Direnungkan

Ali bin Abi Thalib diberi gelar babul ilmu atau pintunya ilmu oleh Rasulullah. Selain itu beliau adalah salah satu sahabat yang dijamin akan masuk surga. Karena alasan itulah, setiap ilmu dan nasihat yang dikatakan beliau selalu jadi renungan para sahabat lainnya.

Berikut ini ada lima nasihat emas Ali bin Thalib yang dikutip dari buku Shifatush Shafwah halaman 121.

1. Tidak berharap selain kepada Rabbnya

Berharaplah hanya kepada Allah karena banyak berharap kepada manusia itu akan semakin membuatmu banyak kecewa dan menderita. Jangan sekali-kali melakukan kebaikan demi mendapatkan imbalan dari orang lain, lakukanlah kebaikan demi mendapatkan ridho Allah.

Baca Juga: 6 Perkataan Ali bin Abi Thalib yang Jadi Kenyataan Sekarang

Segala sesuatu itu pertama-tama memang harus diserahkan kepada Yang Maha Kuasa dan nanti Allah akan menunjukkan jalan keluarnya, baik itu melalui perantara manusia atau secara langsung.

2. Tidak khawatir selain terhadap dosanya

Kebanyakan manusia lebih khawatir mengenai urusan dunia, ketimbang urusan akhiratnya. Kita lebih takut tidak punya uang esok hari, tapi tidak sedikitpun khawatir dengan dosa-dosa kita. Malahan kita merasa tidak punya dosa sama sekali seolah hidup kita sudah benar.

Jangan khawatirkan urusan duniamu, tapi khawatirlah dengan dosa-dosamu karena kematian selalu mengikutimu.

3. Tidak malu untuk belajar ketika tidak tahu

Jangan tanamankan sifat gengsi yang berlebihan dalam dirimu karena itu bisa mencelakakanmu. Jangan malu untuk belajar jika kamu tidak tahu, meskipun kamu harus belajar kepada orang yang ilmunya berada di bawahmu.

Baca Juga: Kisah Cinta Ali bin Abi Thalib dan Fatimah, Pasangan yang Dirindukan Surga

4. Tidak malu menjawab aku tidak tahu tentang sesuatu yang memang tidak diketahui

Pernahkah kamu merasa malu ketika tidak bisa menjawab sesuatu yang tidak kamu ketahui? Karena malu dan gengsi, kamu pun membuat jawaban yang mengada-ngada agar kamu tidak kelihatan seperti orang lemah.

Padahal orang hebat itu adalah yang mau mengakui ketidaktahuannya dan tidak malu untuk bertanya.

5. Utamakan sabar

Ketahuilah, kedudukan sabar dalam iman layaknya kepala bagi jasad, tidak ada kebaikan pada jasad yang tidak berkepala. Utamakanlah sabar dan tawakal dalam menghadapi setiap ujian. Meskipun kamu rajin ibadah dan beramal tapi tidak memiliki sifat sabar, kamu ibaratnya jasad yang tidak memiliki kepala.

You May Like

To Top