in

5 Alasan Mengapa Sulit Khusyu Dalam Shalat

5 Alasan Mengapa Sulit Khusyu Dalam Shalat 1

Shalat adalah kewajiban setiap muslim, terutama yang lima waktu. Jangan pernah sekali-kali meninggalkan shalat walau hanya sekali kecuali ada udzur. Tanpa shalat, semua amal kebaikan yang kita lakukan tidak akan diterima Allah dan kita tidak akan dianggap umat Islam oleh Allah.

Dan perlu diingat, Allah belum tentu menerima shalat seseorang bila shalatnya tidak khusyu. Hanya shalat yang khusyu yang akan diterima oleh Allah. Lalu seperti apa shalat khusyu itu? Yaitu ketika shalat, yang ada dalam hati hanya mengingat Allah, tidak dicampur adukan dengan urusan duniawi. Ketika shalat, kita seolah berdialog dengan Allah dan merasa dilihat oleh Allah.

Kedengarannya memang sangat mudah, tapi ketika dilaksanakan, betapa beratnya melaksanakan shalat khusyu itu. Sebab ketika shalat, kita masih banyak mengingat urusan dunia ketimbang mengingat Allah.

Walaupun berat, tapi kita harus berusaha sekuat tenaga dan tunjukkan niat kita bahwa kita ingin benar-benar khusyu. Meskipun tidak seratus persen khusyu, tapi jika kita terus berusaha dan tidak melaksanakan shalat asal-aslaan, insyaallah Allah akan menerima shalat kita.

Berikut ini ada lima alasan yang jadi penyebab utama kenapa kita sulit khusyu dalam shalat. Perbaiki lima hal ini, mudah-mudahan kita bisa melaksanakan shalat yang mendekati khusyu.

1. Tidak paham arti dan makna dari bacaan shalat

Setiap bacaan shalat harus betul-betul dipahami arti dan maknanya. Tujuan bacaan shalat yaitu untuk menyambungkan hati kita agar bisa berhubungan dengan Allah atau lebih singkatnya agar kita hanya mengingat Allah selama melaksanakan shalat.

Karena kita tidak paham dengan arti dan makna dari bacaan shalat, alhasil kita suka dibingungkan dengan bacaan. Maka jadilah shalat mabuk atau shalat tanpa rasa, tanpa penghayatan, pemahaman, terasa kosong dan hampa. Tak heran jika kita suka buru-buru saat shalat dan terasa berat saat mau melaksanakan shalat.

“Hai orang-orang beriman, janganlah kalian shalat, sedang kalian dalam keadaan mabuk, sehingga kalian mengerti apa yang kalian ucapkan.” (QS: An-Nisa: 43).

Baca Juga: Shalat Subuh Kesiangan, Apa yang Harus Dilakukan?

2. Terlalu mencintai dunia

Hubbud dunya atau terlalu mencintai dunia jadi penyebab utama kenapa kita sulit sekali khusyu dalam shalat. Yang ada dalam hati kita hanya uang, usaha, masalah bisnis, percintaan dan hobi. Sementara Allah, ada di nomor yang paling belakang. Tak heran jika shalat selalu terasa gersang dan tidak ada ketenangan sama sekali.

Sebab selama melaksanakan shalat, yang ada dalam hati kita bukan mengingat Allah, tapi mengingat urusan duniawi.

3. Banyak makan dan minum yang haram

Memakan atau meminum sesuatu yang haram, walaupun hanya sebutir debu, efeknya bisa mengeraskan hati kita. Semakin keras hati seseorang, maka semakin jauh dia dengan Allah.

Makanan dan minuman halal bisa jadi haram bila kita mencarinya dengan cara mencuri, menipu, sumpah palsu dan sebagainya. Oleh karena itu, lebih teliti lagi dalam mencari nafkah. Jika cara mendapatkan rezekinya tidak diridhoi Allah, maka rezeki tersebut haram.

4. Shalat hanya dijadikan rutinitas

Masih banyak kaum muslim yang menganggap bahwa shalat itu hanya rutinitas yang wajib dilaksanakan. Bila sudah melaksanakan shalat, rasanya seperti tidak punya dosa dan akan masuk surga.

Padahal shalat itu harus dijadikan kebutuhan. Seperti ketika kita lapar, lalu kita makan agar kenyang. Kita tidak menganggap makan itu rutinitas, melainkan kebutuhan. Karena jika tidak makan, maka kita akan meninggal.

Baca Juga: 5 Cara Setan Menggoda Kita Saat Sholat

Begitupun dengan shalat, kita butuh shalat karena ingin dekat dengan Allah, kita butuh shalat karena ingin menggugurkan dosa. Tak heran jika kita masih menganggap shalat sebagai rutinitas, maka shalatnya terasa datar, seperti tidak ada apa-apa. Pelaksanaannya juga asal-asalan, yang penting shalat saja.

5. Batal dalam wudhunya

Kaum muslim pasti sudah tahu betul bagaimana tata cara wudhu yang benar. Tapi masih banyak kaum muslim yang belum mengerti makna wudhu yang sebenarnya.

Ketika kita membasuh tangan, hakikatnya tangan kita jangan digunakan untuk melakukan sesuatu yang tidak diridhoi Allah. Ketika kita berkumur, hakikatnya mulut kita jangan suka mengeluarkan kata-kata kotor, fitnahan, ejekan, ngegosip dan sebagainya. Ketika membasuh wajah, kita jangan suka menggunakan mata untuk melihat sesuatu yang tidak diridhoi Allah dan seterusnya.

Sebelum shalat, kita masih suka berkata kotor, masih suka melihat sesuatu yang tak senonoh, menggerakan kaki ke arah laknat, menggerakan tangan ke arah laknat, jika masih demikian, jangan berharap mendapatkan shalat khusyu. Sebagus apapun wudhu kita, tapi jika hakikat wudhunya tidak dilaksanakan dengan baik, maka shalat kita akan jauh dari khusyu.

Loading...
Loading...