in

4 Rahasia Zuhud Menurut Hasan Al-Bashri, Mudah Diucapkan Tapi Susah Dilakukan

rahasia zuhud menurut hasan al-bashri

Zuhud adalah sifat yang sangat disukai oleh Allah SWT, di mana seseorang lebih mengutamakan urusan akhirat ketimbang dunia. Orang yang memiliki sifat zuhud tidak akan terlalu mengejar dunia dan harta kekayaan karena hati mereka sudah benar-benar yakin bahwa kelak dirinya akan meninggal dan akan dimintai pertanggungjawaban oleh Yang Maha Kuasa.

Perhaisaan dunia ditakutkan bisa membuatnya lupa pada Allah dan lalai dalam beribadah. Bagi orang zuhud, urusan dunia itu hanya sekedar untuk menopang kehidupannya saja dan untuk membantu orang lain, bukan untuk bermewah-mewahan.

Tidak mudah untuk memiliki sifat zuhud mengingat kita lebih cenderung mementingkan dunia ini ketimbang akhirat. Namun menurut Hasan-Al-Bashri, rahasia Zuhud itu terletak pada keyakinan kita terhadap Allah.

Berikut empat rahasia zuhud menurut Hasan Al-Bashri, mudah sekali untuk diucapkan tapi susah untuk dilakukan.

Baca Juga: Keutamaan-Keutamaan Orang Miskin di Depan Allah

1. Rezeki itu sudah ditentukan sesuai takarannya masing-masing

“Aku tahu rezekiku tidak akan diambil oleh orang lain, karena itu hatiku selalu tenang.”

Hal paling pertama yang harus kita yakini adalah rezeki itu datangan dari Allah. Rezeki itu sudah ditentukan sesuai takarannya masing-masing dan tidak akan mungkin tertukar. Kita sebagai manusia hanya bertugas menjemputnya saja, urusan hasil serahkan saja pada Allah. Jangan risau memikirkan rezekimu karena rezekimu tidak akan tertukar dengan orang lain.

2. Amal harus dikerjakan oleh kita sendiri

“Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan orang lain, karena itulah aku sibuk beramal salih.”

Amalan itu kita yang harus mengerjakannya sendiri, tidak bisa dititipkan apalagi dilakukan oleh orang lain. Sebab di hari penghakiman nanti, masing-masing menanggung perbuatannya sendiri.

Baca Juga: Dua Nikmat yang Lebih Besar dari Uang Tapi Sering Dilalaikan

3. Allah selalu melihat kita

“Aku tahu Allah selalu memperhatikanku, karena itulah aku malu jika Allah melihatku sedang dalam keadaan maksiat.”

Kita percaya bahwa Allah itu ada, kita percaya bahwa Allah selalu memperhatikan kita setiap saat, namun banyak yang tidak meyakini sepenuh hati kebenaran itu dengan perbuatan nyata. Kita tahu Allah itu selalu memperhatikan kita, tapi hati kita selalu melupakan Allah. Karena itulah kita merasa tidak malu saat berbuat maksiat. Jika kita selalu merasa dilihat oleh Allah, kita tidak akan mungkin berani berbuat dosa karena malu.

4. Kematian itu sangat dekat

“Dan aku tahu kematian itu sudah menungguku, karena itulah aku selalu menambah bekal untuk hari pertemuanku dengan Allah.”

Orang yang terlalu cinta dunia sebenarnya mereka merasa tidak akan mati, mereka merasa akan hidup selamanya, jadi tak heran mereka memiliki prinsip kumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Sedangkan orang yang zuhud sangat meyakini kalau kematian sangat dekat dengannya dan bisa datang kapan saja tanpa diduga-duga. Oleh karena itu mereka sibuk melakukan amal salih.

Mudah untuk diucapkan yah? Tapi coba praktikan dalam kehidupan nyata, pasti beratnya seperti memikul gunung. Oleh karena itu, berdoalah kepada Allah agar diberikan kemampuan.

Loading...