in

10 Sebab Kenapa Hati Tak Bahagia dan Selalu Gelisah

10 Sebab Kenapa Hati Tak Bahagia dan Selalu Gelisah 1

Bahagia itu tidak ditentukan dari berapa banyak harta benda yang kamu miliki. Kebahagiaan itu ditentukan oleh kondisi hatimu. Jika hati kamu selalu gelisah, dipenuhi rasa takut, cemas, hati kamu akan jauh dari kebahagiaan.

Jika diringkas secara umum sebab hati kita selalu gelisah dan jauh dari kebahagiaan, itu dikarenakan hati kita banyak melupakan Allah. Namun jika diuraikan, ada 10 penyebab kenapa hati kita tidak bahagia dan selalu gelisah.

1. Pemarah

Orang yang tidak bisa mengendalikan emosinya pasti suka sekali marah-marah. Melihat sedikti saja kesalahan orang lain, pasti marah, tersinggung sedikit, pasti marah. Sifat pemarah hanya akan membuat hati jauh dari kebahagiaan, tidak akan ada senyuman di wajah.

2. Pendendam

Ketika ada orang yang menyakiti atau menyinggung perasaan kita, rasanya ingin sekali membalas perbuatan orang tersebut berkali-kali lipat agar dia juga merasakan apa yang kita rasakan. Menyimpan kebencian dalam hati hanya akan membuat hatimu resah dan gelisah. Tidak akan ada ketenangan dalam hatimu.

Baca Juga: Kekayaan Sesungguhnya Bukanlah Banyak Harta Benda, Tapi Hati yang Tenang

3. Dengki

Tidak senang melihat orang lain mendapatkan kebahagiaan hanya akan membuat hati kamu terasa terbakar, kesal, gelisah dan bingung. Seharusnya kamu senang melihat orang lain mendapatkan kebahagiaan, kenapa harus benci? Dengki adalah penyakit hati yang sangat berbahaya karena bisa membuat seseorang nekat mencelakai orang lain.

4. Tamak

Sifat tamak atau serakah tak hanya akan merugikan diri sendiri, tapi juga akan merugikan orang banyak. Sifat serakah bisa membuat seseorang melakukan hal-hal keji. Yang penting diri sendiri untung, biar orang lain rugi juga. Para koruptor adalah contoh orang-orang yang tamak. Tidak akan ada ketenangan di hati orang-orang yang serakah.

5. Tidak sabar dan bersyukur

Saat dihadapkan dengan suatu permasalahan, hati kita pasti terasa berat menerima kesalahan tersebut. Setiap manusia pasti mengalami hal serupa, namun ada cara untuk menghadapi kegelisahan dalam hati yang disebabkan oleh permasalahan hidup. Yaitu dengan sabar dan bersyukur. Jika hati sulit sekali tenang saat menerima permasalahan, berarti rasa sabar dan syukur dalam diri kita masih sangat kurang.

6. Sombong

Sombong adalah sifat yang sangat dibenci oleh Allah. Orang yang dalam hatinya ada sedikit saja kesombongan, tak peduli meskipun dia rajin beribadah, maka dia akan masuk neraka. Sombong akan menghancurkan diri kita sendiri tanpa disadari.

7. Selalu berharap terhadap penilaian manusia

Tahu kenapa kamu selalu kecewa? Jangan salahkan orang lain apalagi Allah, tapi salahkan diri kamu sendiri kenapa kamu selalu berharap pada manusia. Terlalu berharap pada orang lain hanya akan membuatmu semakin kecewa. Rasa kecewa akan membuatmu jauh dari kebahagiaan. Kamu akan merasa hidup ini tidak adil. Berharaplah hanya pada Allah, meskipun nanti ada orang yang mengecewakanmu, kamu tidak akan terlalu kecewa.

Baca Juga: Ayat Al-Quran Untuk Menenangkan Hati yang Sedih, Tertekan dan Putus Asa

8. Selalu berburuk sangka

Kamu jangan suka berburuk sangka atau suudzon terhadap orang lain. Ketika hati kamu dipenuhi dengan prasangka buruk, kamu tahu sendiri bagaimana keadaan hatimu, pasti hati gelisah dan kesal. Kondisi hati seperti itu hanya akan menjauhkanmu dari kebahagiaan. Oleh karena itu tanamkan sifat husnudzon atau selalu berprasangka baik.

9. Menuruti hawa nafsu

Menuruti hawa nafsu memang awalnya nikmat, tapi pada akhirnya kamu akan menyesal. Jika kamu selalu menuruti perintah hawa nafsu, kamu akan mendapatkan banyak masalah yang disebabkan oleh prilakumu sendiri. Dan pada akhirnya kamu akan menyesal sekali.

10. Terlalu cinta dunia

Kebanyakan orang mengira kalau kekayaan bisa mendatangkan kebahagiaan. Memang tidak terlalu salah, tapi kekayaan tak selalu mendatangkan kebahagiaan, kadang membawa malapetaka. Tak sedikit orang kaya di luar sana yang hatinya dipenuhi dengan kegelisahan karena setiap detiknya selalu memikirkan perusahaannya, jabatannya dan hartanya. Semakin kamu mencintai dunia ini, semakin besar kegelisahan dalam hati kamu.

Loading...
Loading...