Mozaik

10 Nasehat Sahabat Nabi yang Wajib Kita Renungkan

10 Nasehat Sahabat Nabi yang Wajib Kita Renungkan

Nabi Muhammad mempunyai banyak sahabat yang selalu mendukung dan membantunya dalam menyebarkan Islam. Sepuluh diantaranya bahkan ada yang mendapat jaminan masuk surga karena tingkat keimanan mereka.

Karena tingkat keimanannya yang luar biasa, tak heran jika dari lidah para sahabat Nabi ini sering keluar perkataan bijak yang sarat akan makna.

Berikut Wow Menariknya menghimpun beberapa dari sekian banyak nasehat sahabat Nabi yang patut kita renungkan. Semoga ini jadi pelajaran bagi kita semua.

1. Kami diuji dengan kesusahan, maka kami bersabar, tetapi ketika diuji dengan kesenangan, hampir-hampir kami tidak sabar. (Abu Bakar Ash-Shiddiq).

Kemewahan dan kekayaan dunia adalah cobaan yang sangat berat. Namun banyak yang tidak menyadarinya dan lebih suka berlarut-larut dalam kemewahan hingga melupakan urusan ibadah.

2. Barang siapa yang memasuki kubur tanpa membawa bekal yaitu berupa amal salih, maka keadaannya seperti orang yang menyebrangi lautan tanpa menggunakan perahu. (Abu Bakar Ash-Shiddiq).

Amal salih diibaratkan perahu yang akan mengantarkanmu menuju ridho Allah. Tanpa perahu, mana mungkin kita bisa meraih ridho Allah.

Baca Juga: 10 Nasihat Emas Umar bin Khattab yang Harus Kita Renungkan

3. Aku tidak khawatir doaku tidak dikabulkan, tapi yang aku takutkan aku tidak diberikan hidayah lagi untuk berdoa. (Umar bin Khattab).

Ketika kita berhenti berdoa, disitulah kita mendekati kesombongan karena merasa tidak butuh sama Allah. Yang terpenting itu bukan urusan dikabulkan atau tidaknya sebuah doa, melainkan bagaimana caranya kita agar terus berdoa.

4. Orang yang mencintai sesuatu, dia akan menyibukan diri dengan apa yang dicintainya. (Umar bin Khattab).

Kalau kita cinta Allah, pasti sebagian besar waktu kita banyak disibukkan dengan memikirkan Allah. Kalau kita cinta dunia, pasti sebagian besar waktu kita dihabiskan memikirkan bagaimana caranya mendapatkan kekayaan.

5. Sesungguhnya kita adalah kaum yang dimuliakan oleh Allah dengan Islam, maka janganlah kita mencari kemuliaan dengan selainnya. (Umar bin Khattab).

Tidak ada agama yang lebih mulai dan lebih tinggi lagi dari Islam. Sesungguhnya Islam adalah agama yang diridhoi Allah dan tidak akan ada yang bisa menandinginya.

6. Gelisah terhadap dunia adalah kegelapan untuk hati, sedangkan gelisah terhadap akhirat adalah cahaya untuk hati. (Utsman bin Affan).

Gelisah memikirkan urusan dunia hanya akan membuat hatimu gelap, jauh dari ketenangan dan hanya akan menghasilkan kegelisahan. Sedangkan gelisah urusan akhirat akan membuat hidupmu tenang dan tentram, urusan dunia pun akan mengikutimu.

7. Derajat keimanan tertinggi adalah bahwa kamu selalu merasa berada di hadapan Allah. (Utsman bin Affan).

Derajat iman akan semakin tinggi jika dari bangun tidur sampai mau tidur lagi kita selalu mengingat Allah dalam hati.

Baca Juga: 5 Nasihat Emas Ali bin Abi Thalib yang Patut Direnungk

8. Betapa bodohnya manusia, dia menghancurkan masa kini sambil mengkhawatirkan masa depan, tapi menangis di masa depan dengan mengingat masa lalunya. (Ali bin Abi Thalib).

Manusia yang paling bodoh yaitu mereka yang menghancurkan masa kini dengan berprilaku buruk sambil mengkhawatirkan masa depan. Dan di masa depan dia menangis bukan karena menyesal, melainkan karena mengingat masa lalunya.

9. Angin tidak berhembus untuk menggoyangkan pepohonan, melainkan menguji kekuatan akarnya. (Ali bin Abi Thalib).

Kita diberikan ujian berupa senang maupun susah karena Allah ingin menguji seberapa kuat iman dan taqwa kita.

10. Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu, dan yang membencimu tidak percaya itu. (Ali bin Abi Thalib).

Jangan suka menceritakan keunggulanmu di depan orang lain dengan niat ingin dipuji dan disanjung. Sebab orang yang menyukaimu tidak butuh itu dan orang yang membencimu tidak akan percaya omonganmu itu.

To Top