in

Sejak Dulu, 5 Negara Ini Selalu Jadi Langganan Gempa Bumi Besar

Gempa bumi merupakan keadaan di mana permukaan bumi berguncang yang disebabkan oleh pergerakan energi dari dalam secara tiba-tiba. Biasanya gempa bumi disebabkan oleh kerak bumi yang bergerak. Pergerakan inilah yang membuat permukaan bumi jadi bergetar dan menyebabkan kerusakan di mana-mana.

Hampir semua negara pasti pernah mengalami gempa bumi. Tapi di dunia ini ada beberapa negara yang setiap tahunnya sering sekali diguncang gempa. Salah satu penyebabnya karena negara-negara tersebut terletak di wilayah Cincin Api Pasifik.

Bukan hanya sekarang, sejak dari dulu juga negara-negara ini selalu jadi langganan gempa bumi besar. Negara mana sajakah itu, apakah Indonesia masuk?

loading...

1. Jepang

youtube.com

Dilansir dari Boombastis, Jepang mengalami lebih dari 1.500 gempa setiap tahunnya, bahkan bisa mencapai 3.000 gempa. Hal itu disebabkan karena Jepang berada di wilayah cincin api dan juga berada di lempeng pasifik yang aktif bergeser. Di sisi lain, daratan Jepang banyak dikelilingi oleh lautan. Maka tak heran setiap terjadi gempa di Jepang selalu disusul oleh gelombang tsunami.

Salah satunya pada tahun 2011 ketika Jepang dilanda gempa berkekuatan 9.0 SR dan menyebabkan gelombang tsunami setinggi 10 meter. Akibat bencana ini, 15.269 tewas dan 8.526 lainnya dinyatakan hilang. Gempa tersebut dianggap sebagai gempa terbesar di zaman modern.

Baca Juga: Yang Harus Dilakukan Jika Terjadi Gempa Agar Selamat

2. Chili

blog.act.id

Chili menjadi negara di Amerika yang paling sering diguncang gempa. Sebab negara ini terletak di lempeng Nazca yang terus bergerak sepanjang tahunnya. Setiap pergerakan lempeng ini selalu menimbulkan gempa bumi yang lumayan besar. Rata-rata kekuatan gempa di Chili bisa mencapai 8 SR.

Pada tahun 2010 contohnya, gempa berkekuatan 8,8 SR menerjang lepas pantai Concepcion, Chili. Gempa ini menyebabkan tsunami setinggi 2,6 meter yang meluluhlantakan beberapa wilayah di Chili. Sebelumnya, negara ini juga pernah diguncang gempa berkekuatan 8,3 SR pada tahun 2015 silam.

3. Filipina

mtv.fi

Banyak jalur gunung berapi yang aktif dan dilalui oleh lempeng tektonik yang aktif bergerak membuat Filipina jadi sering diguncang gempa. Kekuatan gempa di Filipina juga rata-rata sangat besar dan selalu menyebabkan kerusakan parah.

Pada tahun 1976, Filipina pernah diguncang gempa berkekuatan 7,9 SR yang menyebabkan 8.000 orang meninggal dunia. Kemudian pada tahun 2013 lalu, gempa 7,2 SR menyebabkan ratusan orang meninggal dan kerusakan bangunan yang sangat parah.

4. Tiongkok

progresnews.com

Gempa juga jadi hal biasa di Tiongkok. Hal itu dikarenakan Tiongkok terletak di persinggahan beberapa lempeng minor yang aktif bergerak. Contohnya saja gempa 7,9 SR di Sichuan pada tahun 2008 silam yang menyebabkan 69.000 orang meninggal dunia. Sebelumnya pada tahun 1927, Tiongkok juga pernah dilanda gempa besar di Gulang yang menyebabkan 41.000 orang meninggal.

5. Indonesia

japanesian.id

Sama seperti Jepang dan Filipina, Indonesia terletak di wilayah Cincin Api Pasifik dan banyak jalur gunung berapi yang aktif dari Sumatera hingga kawasan Nusa Tenggara. Maka tak heran jika Indonesia sering sekali diguncang gempa, dan bahkan dilanda tsunami besar.

Baca Juga: 5 Tsunami Terdahsyat yang Pernah Terjadi di Indonesia

Gempa Aceh adalah salah satu contoh gempa terbesar yang pernah mengguncang Indonesia pada tahun 2004 silam. Gempa berkekuatan 9,1-9,3 SR ini menyebabkan gelombang tsunami setinggi 30 meter. Tsunami yang menyapu 14 negara termasuk Indonesia ini menewaskan lebih dari 230.000 jiwa. Di Indonesia sendiri, sekitar 165.708 ribu orang meninggal dunia.

Kemudian pada tahun 2009, gempa bumi berkekuatan 7,9 SR mengguncang Jawa Barat dengan pusat gempa berada di Tasikmalaya. Guncangan gempa ini dirasakan di seluruh pulau Jawa dan bahkan terasa sampai ke Bali.

Dan yang terbaru adalah gempa di Sulawesi yang melanda wilayah Donggala dan Palu pada 28 September 2018 lalu. Gempa berkekuatan 7,4 SR ini menyebabkan gelombang tsunami setinggi 5 meter dan menewaskan lebih dari 1.600 orang menurut data BNPB.

loading...
Loading...
Loading...